Hi, I'm Azies welcome to my space. This is a documentation of stories and experiences of my life.

18 Maret, 2019

Jokowi Menang.. PENGANGGURAN DAPET GAJI?


Mendapatkan kehidupan yang layak sebagai seorang warga negara memang dijamin dalam undang-undang, inilah dasar yang jadi acuan kebijakan salah satu pasangan calon presiden memunculkan satu program yang dinamakan Kartu pra kerja atau bisa saya singkat (KPK), satu kartu dari 3 kartu sakti yang katanya akan menjawab masalah krusial bangsa.(https://news.detik.com/berita/4455088/tkn-jokowi-ungkap-kartu-pra-kerja-jawaban-keluhan-prabowo-soal-pengangguran)

Apa itu kartu pra kerja, menurut Moeldoko wakil Tim kampanye nasional (TKN) yang coba saya kutif dari sebuah portal berita online menyampaikan, bahwa kartu yang dimaksud adalah Kartu yang akan diberikan kepada lulusan SMK. Selain mendapat gaji, lulusan SMK yang mendapat kartu tersebut memiliki kriteria soal jangka waktu penerimaan gajinya. ( https://news.detik.com/berita/d-4455095/moeldoko-jelaskan-kartu-pra-kerja-untuk-lulusan-smk-ada-jangka-waktunya )

Ingin mendapatkan penjelasan lebih rinci tentang hal ini, saya mencoba menelusuri banyak portal sekaligus mampir di situs kampanye resmi nya, namun saya belum begitu puas, karena tidak sama sekali menemukan detail rincian program ini, tentang siapa saja yang mendapatkan? besaran nominal yang diberikan? syarat yang harus terpenuhi? lama tunjangan diberikan dan berapa anggaran yang teralokasi? menjadi satu tanda tanya besar bagi saya untuk memahami program ini, kalo anda yang membaca artikel ini merupakan bagian dari tim kampanye, boleh bantu jawab silahkan di kolom komentar, just program (KPK) bukan jawab yang lain... 


Info terakhir Saya dapatkan dari depat cawapres kemarin sama berbagai berita yang agak lebih detail, bahwa kartu ini ditargetkan akan diberikan kepada 2 juta orang difokuskan pada lulusan SMK dan setingkatnya yang fresh graduate (baru lulus), sambil nunggu dapat kerjaan mereka akan dapat tunjuangan dan nantinya sambil mendapatkan pelatihan keterampilan, dimana jangka waktu penerimaan tunjangan ini sekitar 6 bulan - 1 tahun (kata kyai maruf saat debat 3 cawapres kemari 17/03).  

Pertanyaan lanjutan lainnya, lantas bagaimana dengan pengangguran yang hanya lulusan SD, SMP atau bahkan sama sekali yang ga sekolah yang tidak punya keahlian, sudah menganggur atau semi nganggur bertahun-tahun? yang jumlahnya bahkan lebih banyak? mereka yang masih masuk pada usia angkatan kerja yang masih terlunta-lunta? yang dulu dijanjikan 10ribu lapangan kerja? yang saat ini justru menjadi sangat membutuhkan penghasilan dan pekerjaan karena harus menghidupi anak istri, mereka juga sama punya hak karena mereka juga warga negara (statistika BPS tahun 2018 jumlah mereka per agustus 2018 masih diangka 5,34% atau setara 7,001 juta orang dimana rata-rata pendidikan mereka menurut BPS 2017 hanya mengenyam lama pendidikan 8,5 Tahun atau setara SMP) (https://www.bps.go.id/publication/2018/12/06/a65b526c119ce8f799e5ea63/statistik-pendidikan-2018.html)

Memang sulit untuk menemukan formula ideal dalam mengatasi permasalahan ekonomi bangsa yang menahun, bahkan bisa dibilang agak mustahil menyerap mereka semua masuk dan mendapatkan lapangan pekerjaan, karena bagi sebagian orang yang tak bekerja pun  kadang lebih ke pilihan hidup atau bahkan watak yang tidak mau kerja bukan tak mendapatkan pekerjaan, namun bukannya itu kewajiban negara terhadap rakyatnya, tidak cuma menjamin kehidupan layak namun juga pemerataan keadilan sosial.

Poin yang akan kita bahas disini adalah bukan mengkritisi janji kampanyenya, karena siapapun berhak janji, masalah janji itu ditepati atau engga itu urusan nanti,  namun yang kita bahas lebih kepada program yang di usulkan merupakan kebijakan populis untuk iming-iming pemilih yang sesungguhnya hanya bisa dinikmati sementara, tidak merata dan dan bisa dibilang tak berkeadilan, serta bukan sasaran utama masalah. kenapa?

  • Janji pemberian gaji ini akan diberikan kepada fresh graduate atau mereka yang baru lulus dan belum dapat kerja. Bukannya yang lebih membutuhkan itu justru mereka kepala keluarga yang memiliki istri dan anak namun tak kunjung dapat kerja karena tak ada lapangan pekerjaan? justru efek dominonya lebis besar dimereka.. 

  • Sungguh yang diperlukan oleh seluruh warga negara bukan hanya diberi gaji cuma-cuma, karena itu tak akan menyelesaikan masalah yang sebenarnya, cukup berikan kami kepastian ketersediaan lapangan kerja dan pembayaran upah sesuai dan layak akan jauh lebih bermanfaat, dan ga buang-buang anggaran negara, lebih baik anggaran digunakan untuk pelatihan skill yang dibutuhkan daripada di bagi-bagi cuma-cuma, karena sekali lagi uang negara ya uang rakyat juga, bukan uang penguasa.  

  • Kita tak perlu kartu-kartu sakti itu, karena yang kita tau kartu sakti yang sebelumnya terbagi centedung nepotis karena legitimasinya yang berhak mendapatkan tunjangan bukan orang yang butuh dan perlu, tapi yang punya kartu, sementara tak dapat dipungkiri masyarakat sama orang-orang yang ada dipemerintahan kita saat ini selalu lebih mengutamakan orang terdekat, yang merasa bukan kerabat atau kelompok sejawat tak akan mungkin mendapat. Sebagai seorang IT saya tau betul sesunggunya sangat memungkinkan KTP dijadikan single identity number, yang bisa merekam segalahal, ngurus kartu satu ini juga susahnya kebangetan.. mau tambah kartu2 lain.?

  • Mari semua belajar untuk tidak menjadi orang instan atau karbitan, pengen sesuatu minta, pengan sesuatu ngiba, minta diksihani minta disubsidi, selama untuk rakyat yang bener-bener susah seperti yatim, dhuafa, dan orang lanjut usia si ga apa, ini  buat kita yang masih muda, kayanya kurang pas gimana gitu.seperti yang saya tulis diartikel sebelumnya diposting di facebook  yang Kita butuh sesungguhnya hanya kail berbentuk keahlian yang datang dari bakat, sama jaminan ketersediaanya wahana untuk berkarya. 

  • Kita ga butuh diberi ikan cuma-cuma atau konpensasi yang datangnya diambil dari anggaran negara yang membebani bangsa.. jangan mau dicokkin terus sama duit..dan.. duit. mending duitnya ada terus..Negara butuh kita punya karya.. biar kita bisa berkontribusi buat bangsa.. cuma solusinya kita butuh disediakan ruang untuk itu..dan anak muda ga seharusnya jadi benalu bangsa, duduk manis ga kerja dapet duit cuma-cuma.. 
Ditulis 18 Maret 2019 


adds