Hi, I'm Azies welcome to my space. This is a documentation of stories and experiences of my life.

Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

02 Oktober, 2017

Kisah Inspirasi hidup Michael Jordan (bahkan pakaian bekaspun bisa bernilai tak terhingga)

Senin, Oktober 02, 2017
Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. 

Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya. 

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” 

Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”  
Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. 

Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang. Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. 

 Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?” Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.” Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. 

Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. 

Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya. Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar. Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. 

Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu. 

 Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar. Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya.

 Anakku! Engkau sungguh hebat!” Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”
 Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.” Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala,
“Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup?
Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?
Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.” Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. 

Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri? Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. 

Dia mengasah potensinya hingga akhirnya dia menjadi salah seorang pemain basket terhebat di dunia ini dan menjadi salah seorang atlet terkaya. Semoga jadi inspirasi

03 Desember, 2014

Kisah Motivasi: Mari selesaikan apa yang kita mulai

Rabu, Desember 03, 2014






BOB WILLEN

Lomba marathon internasional 1986 di New York diikuti ribuan pelari dari seluruh dunia. Lomba ini berjarak 42 km. mengelilingi kota New York. Jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan acara ini melalui televisi secara langsung.

Ada satu orang peserta yang menjadi pusat perhatian di lomba tersebut, yaitu Bob Willen. Bob seorang veteran perang Vietnam. Ia kehilangan kedua kakinya karena terkena ranjau saat perang. Untuk berlari, Bob menggunakan kedua tangannya untuk melemparkan badannya kedepan.

Lomba pun dimulai. Ribuan orang mulai berlari secepat mungkin ke garis finish. Wajah mereka menunjukkan semangat yang kuat. Para penonton terus bertepuk tangan mendukung para pelari. 5 km telah berlalu. Beberapa peserta mulai kelelahan, mulai berjalan kaki. 10 km berlalu. Saat ini mulai nampak siapa yang mempersiapkan diri dengan baik, dan siapa yang hanya sekedar ikut untuk iseng-2. Beberapa yang kelelahan memutuskan untuk berhenti dan naik ke bis panitia.

Sementara hampir seluruh peserta telah berada di kilometer ke-5 hingga ke-10, Bob Willen masih berada di urutan paling belakang, baru saja menyelesaikan kilometernya yang pertama. Bob berhenti sejenak, membuka kedua sarung tangannya yang sudah koyak, menggantinya dengan yang baru, dan kemudian kembali berlari dengan melempar-lemparkan tubuhnya kedepan dengan kedua tangannya.
Ayah Bob yang berada bersama ribuan penonton lainnya tak henti-hentinya berseru “Ayo Bob! Ayo Bob ! Berlarilah terus”. Karena keterbatasan fisiknya, Bob hanya mampu berlari sejauh 10 km dalam satu hari. Di malam hari, Bob tidur di dalam sleeping bag yang telah disiapkan oleh panitia yang mengikutinya.

Empat hari telah berlalu, dan kini adalah hari kelima bagi Bob Willen. Tinggal dua kilometer lagi yang harus ditempuh. Hingga suatu saat, hanya tinggal 100 meter lagi dari garis finish, Bob jatuh terguling. Kekuatannya mulai habis. Bob perlahan-2 bangkit dan membuka kedua sarung tangannya. Nampak di sana tangan Bob sudah berdarah-darah. Dokter yang mendampinginya sejenak memeriksanya, dan mengatakan bahwa kondisi Bob sudah parah, bukan karena luka di tangannya saja, namun lebih ke arah kondisi jantung dan pernafasannya.

Sejenak Bob memejamkan mata. Dan di tengah2 gemuruh suara penonton yang mendukungnya, samar-samar Bob dapat mendengar suara ayahnya yang berteriak “Ayo Bob, bangkit ! Selesaikan apa yang telah kamu mulai. Buka matamu, dan tegakkan badanmu. Lihatlah ke depan, garis finish telah di depan mata. Cepat bangun ! Jangan menyerah! Cepat bangkit !!!”

Perlahan Bob mulai membuka matanya kembali. Garis finish sudah dekat. Semangat membara lagi di dalam dirinya, dan tanpa sarung tangan, Bob melompat- lompat ke depan. Dan satu lompatan terakhir dari Bob membuat tubuhnya melampaui garis finish. Saat itu meledaklah gemuruh dari para penonton yang berada di tempat itu. Bob bukan saja telah menyelesaikan perlombaan itu, Bob bahkan tercatat di Guiness Book of Record sebagai satu-satunya orang cacat yang berhasil menyelesaikan lari marathon.

Di hadapan puluhan wartawan yang menemuinya, Bob berkata “SAYA BUKAN ORANG HEBAT. ANDA TAHU SAYA TDAK PUNYA KAKI LAGI. SAYA HANYA MENYELESAIKAN APA YANG TELAH SAYA MULAI. SAYA HANYA MENCAPAI APA YANG TELAH SAYA INGINKAN. KEBAHAGIAAN SAYA DAPATKAN ADALAH DARI PROSES UNTUK MENDAPATKANNYA. SELAMA LOMBA, FISIK SAYA MENURUN DRASTIS. TANGAN SAYA SUDAH HANCUR BERDARAH-DARAH. TAPI RASA SAKIT DI HATI SAYA TERJADI BUKAN KARENA LUKA ITU, TAPI KETIKA SAYA MEMALINGKAN WAJAH SAYA DARI GARIS FINISH. JADI SAYA KEMBALI FOKUS UNTUK MENATAP GOAL SAYA. SAYA RASA TIDAK ADA ORANG YANG AKAN GAGAL DALAM LARI MARATHON INI. TIDAK MASALAH ANDA AKAN MENCAPAINYA DALAM BERAPA LAMA, ASAL ANDA TERUS BERLARI. ANDA DISEBUT GAGAL BILA ANDA BERHENTI. JADI, JANGANLAH BERHENTI SEBELUM TUJUAN ANDA TELAH TERCAPAI”

03 November, 2014

Kisah Nyata Anak yang Mengorbankan Ginjal Demi Sang Ibu

Senin, November 03, 2014
Cerita ini tentang seorang anak dan ibu. Mereka adalah Pahlawan. Si anak 'mengorbankan' dirinya untuk menyelamatkan ibunya yang memerlukan ginjal baru.

Chen baru berumur 5 tahun ketika doktor menemukan adanya kanker pada otaknya. Beberapa bulan selepas itu, ibunya Chen, Zhou, 34 tahun mengalami masalah ginjal.

Pada mulanya, keadaan Chen bertambah baik, namun tiba-tiba pertumbuhan kankernya semakin ganas dan doktor memperkirakan bahwa dia tidak akan mencapai usia dewasa.

Mereka berjuang bersama selama 2 tahun. Namun keadaan mereka berdua semakin lemah. Mata Chen kini buta akibat kanker dan dia kini hanya sanggup berbaring di atas tempat tidur rumah sakit. Chen memerlukan penjagaan ketat secara rutin setiap hari.

Ginjal Zhou semakin kronik dan memerlukan dialisis. Chen yang hampir lumpuh, menyatakan kalau impiannya adalah hanya ingin membantu ibunya.

Doktor bertemu dengan nenek Chen, dan mengatakan bahawa Chen tidak akan mampu bertahan dan sekaligus membahas penggunaan ginjal Chen untuk menyelamatkan ibunya dan dua pasien lainnya. Namun, setiap kali neneknya Chen mencoba mengutarakan saran dokter tersebut kepada ibundanya Chen, Sang Ibu selalu mengatakan untuk tidak mengungkit hal tersebut.

Tuhan berkehendak lain, suatu saat Chen mendengar percakapan mereka dan dilema ibunya. Chen pun ingin ia dapat membantu sang Ibu dan sang ibu mau menerima usul tersebut

Dalam suasana penuh haru dan penuh isak tangis, ibunya bersetuju. Dalam pikirannya, Setidaknya seandainya sang Anak telah tiada kelak, ia akan tetap ada dalam “bahagian” hidupnya

Setelah Doktor mengesahkan sel-sel mereka sesuai dan disaat Chen meninggal dunia, Chen langsung di bawa ke bilik pembedahan di mana ginjal dan hatinya dikeluarkan untuk didermakan kepada ibunya dan dua pasien lainnya.

Ginjal Chen dua-duanya didermakan untuk wanita berumur 21 tahun dan hatinya untuk lelaki berumur 27 tahun.

Semua pemindahan organ berjalan lancar dan selamat. Kematian Chen menyelamatkan tiga lagi nyawa (dengan izin Allah).

Setelah Zhou sedar, dia berkata, apa yang menguatkannya untuk meneruskan hidup adalah sebahagian Chen ada dalam dirinya.

31 Oktober, 2014

Kisah Motivasi: Nilai dari sebuah keramahan

Jumat, Oktober 31, 2014
Ahsan Ahmad adalah seorang teknisi sebuah bengkel mobil yang senantiasa memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya. Hampir sebelas tahun dia bekerja, tapi ia belum juga mendapatkan gaji dan jabatan yang memadai. Bagi Bang Acan – demikian panggilan pria muda berjenggot itu – kondisi yang dialaminya tidak menghentikan sikapnya dalam memberikan pelayanan terbaiknya. Hingga suatu ketika, dia mendapatkan sebuah undangan dan tiket ke Jakarta untuk menemui seseorang yang mengaku mengenalnya.

Setelah tiba di stasiun Gambir, ia dijemput oleh seorang pria muda yang tampan. Muhammad Mustaqim, namanya. Namun Ahsan Ahmad betul-betul tidak ingat siapa pria tampan itu. Hingga mereka tiba di tempat parkiran, barulah ia ingat kejadian dua tahun silam. Ingatan Ahsan itu bukan pada Pak Mustaqim, tapi pada mobilnya. Ahsan dapat mengingat mobil milik Pak Mustaqim dengan baik karena di mobilnya ada sticker Islami yang bertuliskan:
SHALAT BERJAMAAH 27 LEBIH BAIK
Kalau bisa pilih 27, kenapa cuman pilih 1?
Ayo shalat berjamaah di masjid!

Menurut Ahsan, selama bertahun-tahun menangani ribuan mobil di bengkelnya, itulah satu-satunya mobil yang paling memberikan kesan khusus untuknya. Sejak melihat sticker Islami yang tertempel di mobil Pak Mustaqim itulah, Ahsan mulai rajin melaksanakan shalat berjamaah di masjid lima waktu. Hingga sekarang… subhanallah.

Mereka kemudian pergi ke sebuah tempat di bilangan Tebet. Sebuah bangunan besar dan megah, yang ternyata adalah bengkel mobil yang siap dioperasikan. Kata Pak Mustaqim, “Ini adalah bengkel yang saya bangun khusus untuk anda. Saya ingin anda menjadi manajer bengkel saya ini.” Ahsan tentu sangat terkejut, dan bertanya: “Kenapa Bapak lakukan semua ini untuk saya?”

“Dua tahun yang lalu, tengah malam mobil saya mogok persis di depan bengkel anda. Walau bengkel sudah tutup, tapi saya nekad mengetuknya. Anda bersedia membukakan pintu dengan sambutan yang ramah dan dengan pelayanan yang sangat memuaskan dalam menangani mobil saya. Anda rela mengorbankan waktu istirahat anda demi menolong orang yang tidak anda kenal dengan pelayanan yang sangat prima. Jika saya harus menunggu siang hari untuk memperbaiki mobil saya, pasti saya akan terlambat menghadiri acara yang sangat penting pada waktu itu. Saat itu juga saya berjanji, suatu saat nanti saya akan membangun sebuah bengkel untuk anda.” Demikian kenang Pak Mustaqim sambil meneteskan air mata.

Dengan berlinang air mata, Ahsan pun mengatakan: “Pak Mustaqim, justeru saya yang harus mengucapkan lebih banyak terima kasih kepada Bapak. Karena sejak kehadiran Bapak, saya merasa mendapatkan keuntungan yang sangat besar berupa motivasi shalat berjamaah di masjid dari sticker Islami yang Bapak tempel di mobil Bapak”.

Hampir bersamaan, kedua pria itu mengucapkan subhanallah…. Allahu akbar! Kemudaian mereka berpelukan erat.

sumber: google+

30 Oktober, 2014

cerita Motivasi: Anak Pembeli Es Krim

Kamis, Oktober 30, 2014

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji.

 Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mall yang serba wangi dan indah.
“Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.
“Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.

Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

“Kalau plain cream berapa?”
Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus”.
Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, ” Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.

Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

Sumber :  Buku Kumpulan Cerita Motivasi

22 Oktober, 2014

Motivasi: Makna Secangkir Kopi

Rabu, Oktober 22, 2014
Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda. Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca yang mahal, melamin sampai plastik murah.

Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah setiap alumni selesai mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik".

"Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain dan mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya".

"Hidup kita seperti kopi dalam analogi tersebut di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan dan materi yang kita miliki. Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama. Kualitas kopi itulah yang terpenting".

"Jangan berpikir bahwa materi yang melimpah, karier yang bagus dan pekerjaan maupun usaha yang mapan merupakan jaminan kebahagiaan. Itu konsep yang keliru."

Kualitas hidup kita ditentukan oleh "Apa yang ada di dalam" bukan "Apa yang kelihatan dari luar". Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak merasakan damai, sukacita dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita? Hal itu akan sangat menyedihkan, karena sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.

Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya. Mari kita menikmati secangkir kopi kehidupan yang berkualitas.

Cerita Motivasi: Jam Tangan

Rabu, Oktober 22, 2014


Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?” “Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya. Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada
si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

RENUNGAN UNTUK KITA 

Seringkali kita merasa tidak sanggup dengan satu pekerjaan yang belum pernah kita kerjakan. Apalagi pekerjaan itu menurut pikiran kita adalah pekerjaan yang sangat besar dan tidak mungkin kita dapat mengerjakannnya. Pikiran-pikiran kita sendirilah yang membelenggu diri kita. Istilah lainnya adalah “Mental Block”. Ketika kita bilang “tidak bisa” maka pikiran alam bawah sadar kita akan membentuk pikiran “tidak bisa”. Dan selamanya kita tidak akan bisa. Andaikan kita lakukan biasanya hasilnya tidak akan optimal.
Untuk mengatasinya, kita ubah mental block kita. Hilangkan pikiran-pikiran negative yang bisa menghambat dan ubah dengan pikiran-pikiran positif. Kita ubah kata “tidak bisa” menjadi “bisa” dengan ijin Allah. Lakukan step by step dan terus belajar mencari cara terbaik dan termudah untuk melakukannya.
Wallahu A’lam Bi Shawab

Cerita Motivasi: Hanya Sebuah Koin Penyok

Rabu, Oktober 22, 2014
Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

“Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno”, kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju dan mengembalikan gerobaknya.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya bertanya, “Apa yg terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yg diambil oleh perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh.. bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala karunia hidup yang telah Tuhan berikan pada kita, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

20 Oktober, 2014

cerita Motivasi:MAKAN MALAM BERSAMA IBU

Senin, Oktober 20, 2014


Suatu hari seorang wanita duduk santai bersama suaminya , pernikahan mereka berumur 21 tahun, mereka mulai bercakap dan ia bertanya pada suaminya, ” Tidakkah engkau ingin keluar makan malam bersama seorang wanita?”. Suaminya kaget dan berkata,” Siapa? Saya tak memiliki anak juga saudara”. Wanita itupun kembali berkata,” Bersama seorang wanita yang selama 21 tahun tak pernah kau temani makan malam”.

Tahukah kalian siapa wanita itu??

Ibunya…

Wanita itu berkata pada suaminya, ”Selama kita bersama tak pernah engkau bersama ibumu walau sejenak saja, hubungilah beliau, ajak makan malam berdua..luangkan waktumu untuknya”, suaminya terlihat bingung, seakan-akan ia lupa pada ibunya.

Maka hari itu juga ia menelpon ibunya, menanyakan kabar dan berkata “ Ibu, gimana menurutmu jika kita habiskan malam ini berdua, kita keluar makan malam. Saya akan menjemput ibu, bersiaplah”.
Ibunya heran, ” Anakku, apakah terjadi sesuatu padamu?” jawabnya. ” Tidak ibu”, berulang kali sang ibu bertanya.

“ Ibu, malam ini saya ingin keluar bersamamu”.

Mengherankan! Ibunya begitu tak percaya namun sangat bahagia. “Mungkin kita bisa makan malam bersama, bagaimana menurutmu?”.
Ibunya kembali bertanya, ”Saya keluar bersamamu anakku?”

Ibunya seorang janda, ayahnya telah lama wafat, dan anak lelakinya teringat padanya setalah 21 tahun pernikahannya. Hal yang sangat menggembirakannya, begitu lama waktu telah berlalu ia dalam kesendirian, dan datanglah hari ini, anaknya menghubunginya dan mengajaknya bersama. Seolah tak percaya, diapun bersiap jauh sebelum malam tiba. Tentu, dengan perasaan bahagia yang meluap-luap! Ia menanti kedatangan anaknya.

Laki-laki itupun bercerita : “ Setibaku di rumah menjemput ibu, kulihat beliau berdiri di depan pintu rumah menantiku”

Wanita tua…menantinya di depan pintu!
Dan ketika beliau melihatku, segera ia naik ke mobil.

Saya melihat wajahnya yang dipenuhi kebahagiaan, ia tertawa dan memberi salam padaku, memeluk dan menciumku, dan berkata: “Anakku, tidak ada seorang pun dari keluargaku..tetanggaku…yang tidak mengetahui kalau saya keluar bersamamu malam ini, saya telah memberitahukan pada mereka semua, dan mereka menunggu ceritaku sepulang nanti”

Lihat bagaimana jika seorang anak mengingat ibunya!

Sebuah syair berbunyi :
—-
Apakah yang harus kulakukan
agar mampu membalaskebaikanmu?
Apakah yang harus kuberikan
agar mampu membalas keutamaanmu?
Bagaimanakah kumenghitung kebaikan-kebaikanmu ?
Sungguh dia begitu banyak..sangat banyak..dan terlampau banyak!


Dan kami pun berangkat, sepanjang jalan saya pun bercerita dengan ibu, kami mengenang hari-hari yang lalu.

Setiba di restoran, saya baru menyadari bahwa baju yang dikenakan ibu adalah baju terakhir yang Ayah belikan untuknya, setelah 21 tahun saya tak bersamanya tentu pakaian itu terlihat sangat sempit, dan saya pun terus memperhatikan ibuku.

Kami duduk dan datanglah seorang pelayan menanyakan menu makanan yang hendak kami makan, kulihat ibu membaca daftar menu dan sesekali melirik kepadaku, akhirnya kufahami kalau ibuku tak mampu lagi membaca tulisan di kertas itu. Ibuku sudah tua dan matanya tak bisa lagi melihat dengan jelas.

Kubertanya padanya,” Ibu, apakah engkau mau saya bacakan menunya?” Beliau segera mengiyakan dan berkata, “ Saya mengingat sewaktu kau masih kecil dulu, saya yang membacakan daftar menu untukmu, sekarang kau membayar utangmu anakku..kau bacakanlah untukku”

Maka sayapun membacakan untuknya, dan demi Allah..kurasakan kebahagiaan merasuki dadaku..

Beberapa waktu datanglah makanan pesanan kami, saya pun mulai memakannya. Tapi ibuku tak menyentuh makanannya, beliau duduk memandangku dengan tatapan bahagia. Karena rasa gembira beliau merasa tak selera untuk makan.

Dan ketika selesai makan, kami pun pulang, dan sungguh, tak pernah kurasakan kebahagian seperti ini setelah bertahun-tahun. Saya telah melalaikan ibuku 21 tahun lamanya.

Setiba di rumah, kutanyakan padanya : “ Ibu..bagaimana menurutmu kalo kita mencari waktu lain untuk keluar lagi?”
beliau menjawab,” Saya siap kapan saja kau memintaku!”

Maka haripun berlalu, Saya sibuk dengan pekerjaan..dengan perdagangan..dan terdengar kabar Ibuku jatuh sakit. Dan beliau selalu menanti malam yang telah kujanjikan. Hari terus berlalu dan sakitnya kian parah. Dan…(Ya Allah … Astaghfirullohal al’adzim…Ibuku meninggal dan tak ada malam kedua yang kujanjikan padanya.

Setelah beberapa hari, seorang laki- laki menelponku, ternyata dari restoran yang dulu kudatangi bersama ibuku. Dia berkata,” Anda dan istri Anda memiliki kursi dan hidangan makan malam yang telah lunas” Kami pun ke restoran itu, setiba disana..pelayan itu mengatakan bahwa Ibu telah membayar lunas makanan untuk saya dan istri.

Dan menulis sebuah surat berbunyi : “Anakku, sungguh saya tahu bahwa tak akan hadir bersamamu untuk KEDUA kalinya, Namun, saya telah berjanji padamu, maka makan malamlah dengan uangku, saya berharap istrimu telah menggantikanku untuk makan malam bersamamu”

Saya menangis membaca surat ibuku…dimana saya selama ini ?? di mana cintaku untuk Ibu?? Selama 21 tahun….

18 Oktober, 2014

KISAH INSPIRATIF. HINAAN YANG MEMBAWA BERKAH

Sabtu, Oktober 18, 2014

Suatu hari, anak muda ini mengantar penuh muatan berisi puluhan buku ke kantor berlantai 7 di suatu perguruan tinggi ; ketika dia memanggul buku-buku tersebut menunggu di lift, seorang satpam yang berusia 50-an menghampirinya dan berkata : “Lift ini untuk profesor dan dosen, lainnya tidak diperkenankan memakai lift ini, kau harus lewat tangga!”

Anak muda memberian penjelasan pada satpam itu :
“Saya hanya ingin mengantar buku semobil ini ke kantor lantai 7, ini kan buku pesanan kampus ini !”
Namun, dengan beringas satpam itu berkata :

“Saya bilang tidak boleh ya tidak boleh, kau bukan profesor atau pun dosen, tidak boleh menggunakan lift ini!

Kedua orang itu berdebat cukup lama di depan pintu lift, tapi, satpam tetap bersikeras tidak mau mengalah. Dalam benak anak muda itu berpikir, jika hendak mengangkut habis buku semobil penuh ini, paling tidak harus bolak-balik 20 kali lebih ke lantai 7, ini akan sangat melelahkan!

Kemudian, anak muda itu tidak dapat menahan lagi satpam yang menyusahkan ini, lantas begitu pikirannya terlintas, ia memindahkan tumpukan buku-buku itu ke sudut aula, kemudian pergi begitu saja.
Setelah itu, anak muda menjelaskan peristiwa yang dialaminya kepada bos, dan bos bisa memakluminya,sekaligus juga mengajukan surat pengunduran diri pada bosnya, dan segera setelah itu ia pergi ke toko buku membeli bahan pelajaran sekolah SMU dan buku referensi, sambil meneteskan air mata ia bersumpah, saya harus bekerja keras, harus bisa lulus masuk ke perguruan tinggi, saya tidak akan membiarkan dilecehkan orang lagi.

Selama 6 bulan menjelang ujian, anak muda ini belajar selama 14 jam setiap hari, sebab ia sadar, waktunya sudah tidak banyak, ia tidak bisa lagi mundur, saat ia bermalas-malasan, dalam benaknya selalu terbayang akan hinaan security yang tidak mengizinkannya memakai lift, membayangkan diskriminasi ini, ia segera memacu semangatnya, dan melipatkan gandakan kerja kerasnya.
Belakangan, anak muda ini akhirnya berhasil lulus masuk ke salah satu lembaga ilmu kedokteran. Dan kini, selama 20 tahun lebih telah berlalu, sang anak muda akhirnya berhasil menjadi seorang dokter klinik.
Sang dokter merenung sejenak, ketika itu, jika bukan karena satpam yang sengaja mempersulitya, bagaimana mungkin ia menyeka air matanya dari hinaan itu, dan berdiri dengan berani? Dia telah berhutang budi pada satpam yang menghinanya!

Sumber: eposlima

17 Oktober, 2014

Kasisayang ibu, GRATIS dan TAK TERBALAS

Jumat, Oktober 17, 2014

Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. 

Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : " 
Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu,? 
Ibu ada perlu buat beli beras.". 
Anaknya tidak langsung menjawab, 
Dengan raut muka datar ia berkata: " Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...

Ketika Sang Anak masuk ke dalam kamar ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 100.000/dus, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis dalam satu minggu, maka untuk membeli susu anak selama 2 tahun berati. ia harus mengeluarkan biaya  Rp400.000,- X 24 Bulan = 9.600.000,-

Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang....Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar?? 

Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS..

Maafkan anakmu yg durhaka ini yang tidak tahu balas budi.. Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 jt, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu". Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan.,ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian.


Bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah jg HAK mertuamu. Dan juga perlakukan lah ibu mertua seperti ibu kandung sendiri.

16 Oktober, 2014

KISAH INSPIRASI - MENCARI KEBAHAGIAAN

Kamis, Oktober 16, 2014


Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.

“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.

Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung kudapatkan. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.

“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek. Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana.

Dari kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap! Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil ditangkapnya.

Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda. ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu rusak?”

Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.

Demikian pula dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?”

Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga. Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”

Kakek itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri.

Semoga bisa menjadi pembelajaran untuk kita.

Aamiin...

15 Oktober, 2014

Cerita Motivasi: Perangkap TIKUS

Rabu, Oktober 15, 2014
Sang Tikus kaget bukan kepalang. karena yang dibeli tuan rumah dalam paket belanja bulanannya  kali ini adalah perangkap tikus....karena panik dia segera minta tolong kepada sahabat hewan lainya

Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi Ayam dan berteriak "ada Perangkap Tikus". Sang Ayam berkata "Maaf perangkap tikus itu untuk kamu, saya lebih besar dari perangkap itu, jadi kamu urus diri kamu sendiri saja"

Kecewa Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. dengan acuh Sang Kambing pun berkata ""Maaf perangkap tikus itu untuk kamu, jadi kamu urus diri kamu sendiri saja"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendpt jawaban sama."Saya lebih besar dari perangkap itu, jadi kamu urus diri kamu sendiri saja"

Lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang Ular berkata "Perangkap Tikus yg kecil tidak akan mampu mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Dan disuatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras Perangkap Tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat Perangkap Tikusnya, ternyata yang tertangkap adalah seekor Ular berbisa.

Buntut Ular yg terperangkap membuat Ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh Ular tersebut, sang Istri tetap harus dibawa ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian Istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker Ayam oleh suaminya.
Dengan segera ia "menyembelih ayamnya" untuk dimasak cekernya. Tetapi sakit sang Istri tak kunjung reda.

Seorang teman menyarankan untuk makan hati Kambing.
lalu pun"menyembelih Kambing" utk mengambil hatinya.

Istrinya tidak sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali org datang pada saat pemakaman, sehingga sang petani harus "menyembelih sapinya" untuk memberi makan para pelayat.

Akhirnya dari kejauhan sang Tikus hanya bisa menatap dgn penuh kesedihan. ....
karena perangkap tikus itu malah mengenai seluruh sahabat nya yang tiada peduli dan mengacuhkan dirinya..

tragis ya.. ceritanya...
PS : "Kelak ketika Anda Mendengar Seseorang dalam Kesulitan dan Mengira Itu Bukan Urusan Anda, Coba Pikirkanlah Sekali Lagi..~

14 Oktober, 2014

Kisah Nyata: Cinta Dalam Segelas Susu

Selasa, Oktober 14, 2014



 Suatu hari, seorang anak miskin yang berjualan dari rumah ke rumah untuk membiayai sekolahnya merasa sangat lapar, tapi dia hanya mempunyai uang satu sen. Ia memutuskan untuk minta makan di rumah berikutnya, namun segera kehilangan keberaniannya ketika seorang gadis cantik telah membukakan pintu. Sebagai gantinya ia hanya meminta air.
Gadis itu melihat bahwa si anak kecil tersebut tampak kelaparan, ia lalu membawakannya segelas besar susu. Anak itu pun meminumnya perlahan-lahan.

"Berapa yang harus kubayar untuk segelas susu ini?" kata anak itu.

"Kau tidak harus membayar apa-apa," jawab si gadis.
 "Ibu melarangku menerima pembayaran atas kebaikan yang ku lakukan."

"Bila demikian, kuucapkan terima kasih banyak dari lubuk hatiku."

setelah merasa puas, anak kecil itu pun  kemudian meninggalkan rumah itu. Ia tidak saja merasa lebih kuat badannya, tapi keyakinannya kepada Tuhan dan kepercayaannya pada sesama manusia menjadi semakin mantap. Sebelumnya ia telah merasa putus asa dan hendak menyerah pada nasib.

Beberapa tahun berselang, gadis itu menderita sakit parah. Para dokter setempat merasa kebingungan sewaktu mendiagnosa penyakitnya. Mereka lalu mengirimnya ke kota besar dan mengundang beberapa dokter ahli untuk mempelajari penyakit langka si pasien. Dokter Howard Kelly akhirnya dipanggil ke ruang konsultasi untuk dimintai pendapat.

Ketika mendengar nama kota asal si pasien, terlihat pancaran aneh dari mata Dokter Kelly. Ia segera bangkit lalu berjalan di lorong rumah sakit dengan berpakaian dokter untuk menemui si pasien. Dokter Kelly segera mengenali wanita sakit itu. Ia lalu kembali ke ruang konsultasi dengan tekad untuk menyelamatkan nyawanya.

Sejak hari itu Dokter Kelly memberikan perhatian khusus pada kasus si pasien. Setelah dirawat cukup lama, akhirnya si pasien bisa disembuhkan. Dokter Kelly meminta kepada bagian keuangan agar tagihan rumah sakit diajukan kepadanya dahulu untuk disetujui sebelum diserahkan kepada pasien.

Nota tagihan pun kemudian dikirimkan ke kantor Dokter Kelly. Ia mengamati sejenak lalu menuliskan sesuatu dipinggirnya. Tagihan tersebut kemudian dikirimkan ke kamar pasien.

Si pasien takut membuka amplop karena yakin bahwa untuk dapat melunasinya ia harus menghabiskan sisa umurnya.

Akhirnya, tagihan itu dibuka dan pandangannya segera tertuju pada tulisan di pinggir tagihan itu :


Telah dibayar lunas dengan segelas susu.
tertanda Dr Howard Kelly


Air mata bahagia membanjiri mata si pasien. Ia berkata dalam hati, Terima kasih Tuhan, cinta-Mu telah tersebar luas lewat hati dan tangan manusia.

Sumber cerita : Oprah Winfrey Show

Cerita Motivasi: Kisah 'Hati' Yang Mulia

Selasa, Oktober 14, 2014

Ini adalah sebuah kisah tentang dua orang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras.....

Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis diatas pasir :

"HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU"

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi.

Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis disebuah batu :

"HARI INI SUAMIKU YANG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU"

Kemudian Suami bertanya :
“kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya diatas pasir dan sekarang kamu menulis diatas batu ?”

Istrinya sambil tersenyum menjawab :

“ketika, kita harus menulisnya diatas pasir aku berharap agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu..

Dan bila sesuatu yang luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya diatas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Jangan sentuh hati wanita jika hanya akan membuatnya kecewa.
Jangan sentuh hati wanita jika hanya akan membuatnya menderita.
Jangan memberikan harapan jika tidak bisa memberi kepastian.
Karena jika engkau paksa dia untuk menunggu tanpa hubungan yang halal.
"Maka engkau hanya akan menyakiti hatinya saja"

Karena apa.....
Karena ketika kata-kata yang sudah engkau tebarkan di telinganya dan jika ternyata itu semua hanya harapan hampa belaka.

Maka tanpa engkau sadari dialah yang menanti yang paling tersakiti.

semoga menginspirasi
salam : Nurdin Al-Azies

13 Oktober, 2014

Cerita Motivasi: Air Minum di Gurun

Senin, Oktober 13, 2014

 
Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya, ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa air. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga. Tapi, tidak ada air yang keluar.

Lalu ia melihat ada kendi kecil di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan,”Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu.. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi.” Pria itu mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air.

“Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?” Begitu pikirnya.

Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mencoba mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu, sekali pun berisiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.

Benar!! Air keluar dengan melimpah. Pria itu minum sepuasnya.
Setelah istirahat memulihkan tenaga dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu:

“Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu sebelum bisa menerima kembali secara melimpah. PERCAYALAH!! Inilah kebenaran hukum alam.”

sumber: Marioteguh g+ | motivasi sobat iphincow

09 Oktober, 2014

semangkuk BAKMI.

Kamis, Oktober 09, 2014

Seorang anak bertengkar dengan ibunya & meninggalkan rumah. Saat berjalan ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah kedai bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi karena lapar.

Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu bertanya”Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?”
“Ya, tetapi aku tidak membawa uang,”jawab anak itu dengan malu-malu.”Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,”jawab si pemilik kedai.
Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang.”Ada apa Nak?”Tanya si pemilik kedai.”Tidak apa-apa, aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi tetapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah. Kau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.

Pemilik kedai itu berkata”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu…. Ibumu telah memasak bakmi, nasi, dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu berterima kasih kepadanya.

Anak itu kaget mendengar hal tersebut.”Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu?”
Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun,aku bahkan tidak peduli.

Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih & cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.”
Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya & ia menangis di hadapan ibunya.

Kadang kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita sering melupakannya begitu saja...

Selagi kita masih memiliki orangtua jangan sampai kita menyakiti haitnya, kelak jika mereka sudah tiada kau akan mengerti bahwa orangtua sangatlah penting untuk kita 

08 Oktober, 2014

SEPOTONG KEPALA AYAM, wujud kasih sayang yang tulus seorang suami pada istri dan anak nya

Rabu, Oktober 08, 2014


KETIKA sore sepulang kerja seorang suami melihat istri yang tertidur pulas karena kecapean bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening istrinya dan bertanya, ‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Istrinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, ‘sudah yah.’ Istrinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu istrinya memasak kesukaan sang suami.

‘Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya.

Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Istrinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam padahal aku sama anak-anak paling tidak suka ama kepala ayam.’ Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam supaya istriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak.’

Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak. ‘Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangmu.’ ucap sang istri. Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.

Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil yang dilakukan oleh sosok ayah kita, namun memiliki makna yang begitu besar, di dalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab.

Semoga cerita di atas kita bisa mengambil hikmah dengan mencintai setulus hati ayah kita yang telah berkorban untuk anak dan istrinya.

07 Oktober, 2014

JODOH TERBAIK PASTI ADA

Selasa, Oktober 07, 2014

Seseorang hadir di hidupmu,karena sebuah alasan,dia datang menawarkan kebahagiaan dan juga kekecewaan.


Kadang,ada yang hanya datang menyapa saja,tetapi ada pula yang sudah jauh melangkah..

Mereka datang silih berganti meninggalkan kenangan yang terkadang perih..
Namun,percayalah,Akanada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa hidupmu.

ALLAH sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah,sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan
orang yang tepat agar kamu bisa mensyukuri karunia-NYA dan bisa belajar dengan semua kesalahanmu.

Jangan pernah menganggap sakit hatimu sebagai cara untuk menjauhi indahnya
hidup.

Tapi jadikanlah sakit hatimu sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidupmu.
Yakinlah ALLAH telah menyiapkan jodoh yang
terbaik untukmu.

Aamiin ya Rabbal'alamin.

05 Oktober, 2014

LOVE AND LOST: Sebuah pelajaran hidup berharga dari Steve Jobs

Minggu, Oktober 05, 2014
Mendiang Steve jobs
Hari ini tiga tahun yang lalu, 5 Oktober 2011, Steve Jobs meninggal dunia.

Steve Jobs dilahirkan sebagai anak yang tidak diharapkan lahir dari pasangan yang tidak mampu. Ia kemudian diberikan kepada pasangan lainnya untuk dibesarkan dan dididik dengan lebih baik. Ternyata anak yang tidak diharapkan lahir ini kemudian mengubah dunia dan gaya hidup manusia dengan produk-produk luar biasa.

Apa yang kemudian menarik dari cerita hidup Steve Jobs dipaparkannya ketika memberikan pidato di Stanford University, salah satu Universitas terbaik di dunia. Tentang love and lost. Steve sebagai pendiri Apple dan orang yang sangat mencintai pekerjaannya, pernah ditendang dari perusahaan yang didirikannya tersebut, berbulan-bulan setelah itu dia merasa sangat kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya dan merasa ada disorientasi dalam hidup.

Namun Steve Jobs akhirnya bangkit dan mendirikan dua buah perusahaan besar NEXT dan PIXAR. Next kemudian dibeli kembali oleh Apple dan menjadikannya kembali sebagai CEO Apple yang menyelamatkan Apple dari jurang kebangkrutan dan menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor teknologi informasi.

Love and Lost mengajarkan kita untuk tidak mencintai segala sesuatu di dunia ini secara berlebihan karena suatu saat itu akan hilang. Love and Lost juga mengajarkan kita untuk tidak berputus asa atas rahmat Allah, karena segala sesuatu yang buruk menurut kita tanpa kita ketahui itu baik bagi kita.

Steve Jobs terdeteksi kanker dan divonis mati oleh dokter pada tahun 2004, namun jauh sebelumnya sejak berusia 17 tahun, setiap pagi ketika bangun tidur, Steve selalu melihat di cermin dan berkata kepada dirinya sendiri "Suatu saat kematian pasti akan menimpa diriku, apapun yang terjadi. Seandainya hari ini adalah hari terakhirku, maka hari ini aku harus bermanfaat kepada orang lain."

Berbagi itu Memberi, memberi adalah menanam, setiap yang kita tanam akan bebuah lebih banyak. itulah rahasia dan keajaiban memberi dan berbagi.  
    
Hati yg mau memberi dimulai dari hati yg terbuka utk ber empati kpd orang lain yg memerlukan uluran kasih. Sedangkan hati yang tergerak untuk berempati kepad orang lain adalah hati yg telah digerakkan oleh ucapan syukur atas apa yg telah mereka terima selama ini dalam kehidupannya. Baik itu kesehatan,jabatan maupun kecukupan lainnya. Tantangan seseorang dalam memberi adalah kemampuan diri utk merendahkan hati guna melayani orang lain. Semakin kuat label yg diberikan masyarakat kpd seseorang sehing ia menjadi populer, biasanya semakin enggan pula baginya utk memberikan pelayanan terbaik yg dilandasi dengan ketulusan. Kecuali bila diikuti dg meningkatnya ketaqwaan kepada Sang Pencipta. Alloh Adza wajala.

Bukankah derajat seseorang akan semakin ditinggikan ketika ia mampu merendahkahkan diri untuk melayani orang lain? Berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita adalah hal biasa dan normatif. Namun berbuat baik dan memberi kepada orang yg telah berbuat jahat kepada kita adalah hal yang luar biasa.                                                    

Hanya orang - orang dengan tingkat pemahaman spiritualitas yang tinggilah yang mampu melakukan hal semacam itu.  

 Sukses kita dalam menjalani kehidupan ini bukan dari apa yang sedang dan akan kita raih, melainkan sudah seberapa banyak yang sudah kita berikan untuk sesama.

adds