Azies-Site–Untuk meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan pemuda di Kabupaten Bogor, Semestaguna Institute selaku badan hukum yang menaungi Maestro Muda Indonesia dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor menandatangi nota kesepahaman yang dilaksanakan pada kegiatan Boothcamp Maestro Muda.
Penandatanganan tersebut, sekaligus membuka pelaksanaan program pemberdayaan pemuda Kabupaten Bogor.
Garis besar nota kesepahaman tersebut antara lain,pembinaan kewirausahaan pemuda Kabupaten Bogor melalui beasiswa Elang Group Learning Centre, penyelenggaraan Boothcamp Entrepreneur, pembinaan dan persiapan tokoh muda Bogor berprestasi untuk bisa dilibatkan dalam kompetesi kewirausahaan dan kepemudaan, kemudian optimalisasi media massa sebagai sarana publikasi kegiatan program dan membantu Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan masukan sebagai bahan masukan pembuatan kebijakan kepemudaan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan mengatakan, nota kesepahaman ini merupakan sebuah langkah terobosan bagi upaya pembinaan dan pengembangan pemuda di Kabupaten Bogor.
“Kami sadar, pemerintah daerah tak mungkin bergerak sendirian. Untuk itu diperlukan keterlibatan berbagai pihak seperti Semestaguna Institute,” ungkap Dadang saat membuka kegiatan Boothcamp Entrepreneur di kawasan Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian,Kementerian Pertanian RI Ciawi, kemarin.
Dadang menambahkan, keseriusan pihaknya dalam membangun potensi para wirausaha muda di Kabupaten Bogor, ditunjukkan dengan mengirim sekitar 20 perwakilan wiraswasta muda dengan skala mikro dan kecil pada kegiatan tersebut.
“Dari jumlah tersebut akan bergabung dengan 80 peserta pelatihan lainnya. Setelah itu, mereka akan melanjutkan program pembinaan kewirausahaan di Elang Group Learning Centre dan akan berada dalam pengawasan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Semestaguna Institute,Nugraha Natakusumah, mengungkapkan, generasi muda di abad 21 ini, memiliki potensi besar dalam mengembangkan kewirausahaannya.
“Mereka (para wiraswasta, red) adalah generasi yang lebih kreatif, inovatif, imajinatif, ide-idenya besar dan cenderung menabrak batasan-batasan. Kemandirian menjadi sebuah identitas. Karena itu, wajar apabila entrepreneur menjadi sebuah tren tersendiri yang berkembang pesat di Indonesia,” tukas pria yang biasa disapa Nunu ini.
Kutif : Radar Bogor
Penandatanganan tersebut, sekaligus membuka pelaksanaan program pemberdayaan pemuda Kabupaten Bogor.
Garis besar nota kesepahaman tersebut antara lain,pembinaan kewirausahaan pemuda Kabupaten Bogor melalui beasiswa Elang Group Learning Centre, penyelenggaraan Boothcamp Entrepreneur, pembinaan dan persiapan tokoh muda Bogor berprestasi untuk bisa dilibatkan dalam kompetesi kewirausahaan dan kepemudaan, kemudian optimalisasi media massa sebagai sarana publikasi kegiatan program dan membantu Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan masukan sebagai bahan masukan pembuatan kebijakan kepemudaan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan mengatakan, nota kesepahaman ini merupakan sebuah langkah terobosan bagi upaya pembinaan dan pengembangan pemuda di Kabupaten Bogor.
“Kami sadar, pemerintah daerah tak mungkin bergerak sendirian. Untuk itu diperlukan keterlibatan berbagai pihak seperti Semestaguna Institute,” ungkap Dadang saat membuka kegiatan Boothcamp Entrepreneur di kawasan Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian,Kementerian Pertanian RI Ciawi, kemarin.
Dadang menambahkan, keseriusan pihaknya dalam membangun potensi para wirausaha muda di Kabupaten Bogor, ditunjukkan dengan mengirim sekitar 20 perwakilan wiraswasta muda dengan skala mikro dan kecil pada kegiatan tersebut.
“Dari jumlah tersebut akan bergabung dengan 80 peserta pelatihan lainnya. Setelah itu, mereka akan melanjutkan program pembinaan kewirausahaan di Elang Group Learning Centre dan akan berada dalam pengawasan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Semestaguna Institute,Nugraha Natakusumah, mengungkapkan, generasi muda di abad 21 ini, memiliki potensi besar dalam mengembangkan kewirausahaannya.
“Mereka (para wiraswasta, red) adalah generasi yang lebih kreatif, inovatif, imajinatif, ide-idenya besar dan cenderung menabrak batasan-batasan. Kemandirian menjadi sebuah identitas. Karena itu, wajar apabila entrepreneur menjadi sebuah tren tersendiri yang berkembang pesat di Indonesia,” tukas pria yang biasa disapa Nunu ini.
Kutif : Radar Bogor