Hi, I'm Azies welcome to my space. This is a documentation of stories and experiences of my life.

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

01 Juli, 2019

Pesan Kakak tingkat untuk calon Mahasiswa Baru

Senin, Juli 01, 2019
_

Assalamualaikum Wr. Wb._

*Adik-adik yang baik hatinya, yang insya Allah soleh dan solehah, semoga Allah merahmati kita semua..*

Mungkin sebelumnya, saya dan kalian belum pernah bertemu, seblumnya kita ga saling kenal satu-sama lainnya, namun dari lubuk hati yang terdalam saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari fase perjalanan kalian dalam melewati step baru diperjalanan hidup menuju mahasiswa. 

*Sebagai seorang kaka, saya bersyukur melihat kalian sebentar lagi akan masuk dunia kampus, kamu semakin dewasa, insyaAllah akan tambah pintar, dan punya banyak teman.* 

Tapi sebelum kamu masuk dunia kampus. ijinkan lah saya
sebagai kaka tingkat kalian menyampaikan beberapa pesan pengingat yang semoga engkau bisa simpan dan amalkan. 


*Adik ku!,* sebelum engau belajar banyak hal tentang ilmu, maka sesungguhnya adab dan akhlak adalah yang lebih berharga daripadanya, jangan sampai ilmu yang kau cari dan kau raih, menjadikan mu sombong, tinggi hati dan tak beradab bahkan tak berakhlak.  

*Adik ku!,* mugkin kedepan ilmu ku dan ilmu mu jauh lebih banyak ilmu mu, namun sebelum kau melampauinya, maka ingatkah, sehebat apapun kamu berilmu, jika tidak diamalkan dan dimanfaatkan untuk kebaikan, maka sesungguhnya ilmu mu tak ada gunanya.

*Adik ku!,* mungkin kedepan setelah kau kuliah, kamu akan menemukan berbagai teman, maka silahkan berteman dengan siapapun, namun sebagai seorang kaka, hanya bisa mengingatkan, carilah sahabat yang mampu membuatmu jauh lebih baik, jauh lebih sholeh/a, jauh lebih dewasa. karena berteman dengan nya adalah anugrah yang akan membawamu menjadi pribadi yang baik.


*Adik ku!,* Sungguh hormat kepada, yang lebih tua terutama gurumu atau dosenmu adalah hal yang patut kau lakukan, karena tidaklah cukup hidup hanya bermodal kaya ilmu semata, namun hiduplah penuh keberkahan dengan cara selalu menghormati gurumu. 

*Adik ku!,* sungguh nilai bagus yang termuat di transkipmu, akan membuat mu terlihat cerdas, namun yang harus kamu ingat, bahwa terlihat cerdas saja tidak cukup, karenanya kejujuran lebih utama dan bernilai daripada hanya sekedar tanskip nilai.


*Adik ku!,* dalam seperjalanannya nanti, kamu pasti akan menemukan, hal yang perlu kamu pilih, maka ketika kamu menemukan jalan hidup lain, selain pendidikan yang kau akan jalani ini maka ingatlah.

Disetiap sen uang yang keluar untuk membiayaimu bersekolah hingga kuliah, terselip kerja keras dan keringat ibu serta bapak kita.

Disetiap tetes keringat yang mereka keluarkan untuk kuliah kita, terkandung harapan dan doa, agar kita bisa membahagiakan mereka kelak. 

Dari harapan dan doa yang mereka panjatkan untuk keberhasilan kita, selalu ada tetesan airmata  pengorbanan besar yang orang tua kita berikan. 

Maka pesan saya sebagai kaka mu, jangan kau khianati jerih payah mereka orang tua kita yang sungguh-sungguh berharap dalam doanya agar anaknya kelak bisa jauh lebih baik darinya.

Namun yang harus kamu ketahui, hakikat kebaikan bukanlah hanya tingginya ilmumu, kaya harta, tinggi gelar dan jabatan, melainkan hakikat kebaikan itu, kamu memiliki adab dan akhlak yang baik, ilmu yang diamalkan dengan semanfaatnya, kejujuran yang ditinggikan,serta keiman yang mampu mengantarkanmu meraih maghfirah Allah.

_Dari kakamu yang belum pernah bertemu_
*Kak Azies* 

02 Oktober, 2017

Kisah Inspirasi hidup Michael Jordan (bahkan pakaian bekaspun bisa bernilai tak terhingga)

Senin, Oktober 02, 2017
Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York. Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga. 

Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya. 

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” 

Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”  
Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam. Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. 

Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang. Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian. 

 Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?” Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.” Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu. Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. 

Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia memberikan tip 5 dolar. 

Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya. Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar. Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. 

Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo. Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu. 

 Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar. Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya.

 Anakku! Engkau sungguh hebat!” Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”
 Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.” Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala,
“Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup?
Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?
Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.” Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. 

Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri? Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. 

Dia mengasah potensinya hingga akhirnya dia menjadi salah seorang pemain basket terhebat di dunia ini dan menjadi salah seorang atlet terkaya. Semoga jadi inspirasi

18 Juni, 2017

Hadiah spesial dari ALLAH saat Ramadhan

Minggu, Juni 18, 2017

Status THR dan berburu baju baru sudah mewarnai beranda, parcel dan hadiah sudah berdatangan kita terima, diskon murah jadi ajang untuk kita ramai berbelanja, namun malam yang satu ini kadang sepi orang cari..
Padahal Allah tau, bahwa usia umat nabi muhamad, tidak lebih panjang usianya dibanding umat-umat sebelum Beliau, jadi gimana mungkin kalo umat terdahulu punya usia ratusan bahkan ribuan tahun, terus mereka misalnya taat beribadah setiap waktu, bisa dikalahkan oleh amal umat Nabi Muhamad yang punya usia maksimal puluhan tahun?
Jawabannya adalah Lailatulqadar..., itu hadiah spesial yang Allah berikan khusus kepada kita, mari kita buru malam ini...dengan sebaik-baiknya amal yang ganjarannya bisa lebih baik dari pada kita Ibadah lebih dari 83 tahun.
تَحَرَّوْا ليلة القدرِ في الوِتْرِ، من العشرِ الأواخرِ من رمضانَ
“Carilah oleh kalian keutamaan lailatul qadr (malam kemuliaan) pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan”. (HR.al-Bukhari (2017), & Muslim (1169)
23 RAMADHAN 1438 H
Nurdin Al-Azies

Karena tak ada hidup yang sempurna, maka belajarlah untuk hidup lebih bermakna dan bermanfaat untuk sesama

Minggu, Juni 18, 2017



Seberapa kuat pun genggaman tangan kita terhadap harta, jika itu bukan milik kita, pasti akan terlepas juga.

dalam hidup, tak ada yang lebih baik, lebih cantik, lebih rupawan, yang ditinggikan derajat oleh Nya, melainkan takqwa dan keimanan.

pembuktian kamu beriman, salah-satunya adalah kamu rela melepaskan genggaman harta yang sesungguhnya itu bukan milik kita..

Allah telah karuniakan kita dengan berbagai cinta dan duka, berbagai kelebihan disertai beberapa kekurangan, 

untuk saling melengkapi, untuk saling berbagi kasih sayang, berbagi kebaikan, saling menanggung penderitaan, 

agar taktala kita berlebih kita tak kufur melainkan bersyukur,
dan jika kita berkekurangan kita tak akan mengeluh melainkan bersabar..
Karena tak ada hidup yang sempurna, maka belajarlah untuk hidup lebih bermakna dan bermanfaat untuk sesama..
22 Ramadhan 1438 H
Nurdin Al-Azies

14 Juni, 2017

Ketika Hinaan, Cacian dan Makian Menghampirimu

Rabu, Juni 14, 2017

Kita memang ga bisa membuat semua orang suka kepada kita,
ada kalanya kita harus bisa menerima penilaian jelek orang lain terhadap kita.
ketika hinaan, cacian dan makian datang kepada mu,
merasa sakit hati diawal memang wajar, 
namun yang terpenting jangan pernah jadikan hal tersebut sebagai beban yang menghambatmu untuk berkembang.

Kamu yang masih diremehkan, dan direndahkan orang lain..ingat hal-hal ini:
1. Mereka yang menghinamu tak selalu lebih baik darimu. Bisa saja mereka hanya iri dengan kelebihan yang kamu miliki, memikirkan secara berlebih hinaan orang kepada mu hanya membuang energi.
2. Setidaknya dengan mereka menghinamu, artinya mereka juga memperhatikanmu. Apapun itu, ambil sisi positif dari setiap hinaan yang ditujukan kepadamu.
3. Bullyan dan hinaan itu bukan akhir dunia. Ingat, yang penting adalah pembuktianmu di masa depan.
4. Orang menilai kamu hanya sesaat, tapi kamu yang menjalaninya tau betul prosesnya dalam berjuang, jadi kamu harus tenang dan selesaikan perjuanganmu hingga menang.
5. Jangan membalas hinaan dengan hujatan, jika demikian apa bedanya antara orang yang menghina dan orang yang menghujat.
6. Walau sakit dan terkadang ga bisa kita terima, tapi hinaan adalah obat mujarab untuk kamu bisa memperbaiki kualitas diri, terimalah dengan ikhlas.
7. Hinaan itu tidak akan melekat pada diri orang yang dihina apabila kamu bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi hinaan tersebut. Hinaan itu justru akan berbalik dan melekat kepada diri orang yang melontarkan hinaan itu.
8. Hinaan adalah vitamin. Vitamin bagi mereka yang selangkah lagi mampu meraih kesuksessan, vitamin bagi mereka yang membutuhkan amunisi untuk menggerakkan mesin berpikirnya, vitamin untuk menghasilkan ide-ide kreatifnya, dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, agar terhindar dari penyakit menular, yaitu penyakit menghina orang lain.
9. Terkadang pujian yang membuatmu bangga diri, bisa jadi melalaikan dan meruntukhanmu, tapi cacian, makian dan hinaan bisa jadi mengingatkan mu bahwa kamu harus bangkit dari leha-lehamu.
10. Jangan pernah tumbang sama cacian dan makian orang, karena yang mencaci dan memaki kita, mereka bukan siapa-siapa, masih ada orang-orang yang layak kita perjuangkan, mereka yang ada untuk kita, yang selalu mendampingi, mendukung dan menyemangati perjuangan mu.. oleh karenanya kamu masih layak jadi kebanggan mereka.

Nurdin Al-Azies
19 Ramadhan 1438 H

adds