Hi, I'm Azies welcome to my space. This is a documentation of stories and experiences of my life.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan

23 Mei, 2019

Kenangan hikmah diantar Pulang seorang ulama besar Alm. Ustad. Arifin Ilham.

Kamis, Mei 23, 2019


kenangan foto bersama Alm. Ustdz Arifin Ilham
Kenangan Foto Bersama dengan Alm. Ustadz Arifin Ilham

Kisah ini ditulis untuk mengenang ulama karismatik yang banyak dicintai umat karena kerendahan hati dan ke tawadhuannya yang kini telah berpulang meninggakan kita semua.

Selamat Jalan Ustadz. Arifin, segala nasihat mu insyaAllah akan selalu kami pegang dan kami amalkan, semoga pahalanya akan terus mengalir kepada Mu.


Kejadian ini terjadi tepat 11 Ramadhan 1433 H, 7 tahun yang lalu, tapi kisah ini akan tetap selalu kami ingat sampai kapanpun.

Berawal dari diskusi ringan di teras masjid kampus, yang kala itu aktivitas kami sedang lenggang karna perkuliahan sedang dalam masa libur, kami memutuskan untuk mengisi aktivitas ramadhan dengan hal-hal yang positif. 

Dari diskusi itu kami putuskan untuk berkunjung dan beri'tikaf dibeberapa masjid yang ada disekitar bogor, dan pilihan masjid pertama yang kami datangi adalah Azikra. Sebuah masjid megah dikawasan sentul yang jaraknya tak jauh dari kampus Kami Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. 

tak perlu berfikir lama karena waktu semakin senja kamipun berangkat menuju masjid tersebut. 

Singkat cerita tiba di lokasi pas waktu buka, kamipun ikut buka bersama santri-santri yang ada disana, melaksanakan sholah magrib, isya dan tarawaih berjaamaah, tadarus sampai bermalam / i'tikaf, hingga paginya kami bersahur, dan shubuh berjamaah, yang teryata secara kebetulan Ustad Arifin ilham yang mengimami jama'ah kami. 

Alm. Ustadz Arifin Ilham memberikan tausiyah
Selepas sholat Subuh berjama'ah, kamipun menghampirinya, dan ia  menyambut kami dengan senyuman ramah, hingga beliau berpesan untuk mengikuti kajian bersama bapak-bapak jamaah lainnya. dengan duduk melingkar Satu persatu dari kami secara bergiliran membaca ayat Al-quran, jika ada yang salah, Ust. Arifin bergegas membenarkan bacaan. Disela-sela kami membaca Al-Quran beliau secara santun menyampaikan isi dan kandungan dari ayat-ayat yang kami baca untuk dijadikan pelajaran, sungguh pengalaman yang sangat berharga yang bisa aku dapatkan. 

 “ Ikhwah, Allah mencintai pemuda yang walau dengan darah mudanya yang masih mengelora, serta hasrat yang sangat tinggi untuk melakukan maksiat, akan tetapi pemuda itu tetap tabah, sabar dan Istiqamah menahan godaan tersebut dan memilih untuk mendekatkan diri kepada ALLAH, sungguh Allah cinta kepada pemuda seperti antum-antum ini, dimana orang terlelap tidur kembali setelah subuh, antum bisa hadir jauh-jauh datang menunaikan sholat subuh berjamaan ketempat ini, subhanallah, Antumlah yang dirindukan bidadari-bidadari syurga itu, mereka sedang bersolek menunggu kedatangan antum kelak”.

Itulah sepenggal ceramah nya yang sontak membangkitkan semangat dan hasrat kami jauh lebih baik dalam beramal.

Halaqahpun usai, dengan ditutup doa kifaratulmajlis, kamipun lantas menunaikan sholat syuruq dan duha sebagai penutupan kegiatan pagi dihari kesebelas ini. kami pun berpisah, lantas kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan pulang dengan niat berjalan kaki kembali.

Saat kami berjalan sambil sesekali mengarahkan kamera ke objek yang menarik, di kejauhan ada sebuah mobil mewah berhenti, terbukalah kaca mobil itu, terlihat seorang didalam mobil melambaikan tangannya mengajak kami untuk ikut kedalam mobilnya.

Tak disangka ketika kami dekati ternyata Ust.. Arifin!, “ Afw Ust, ada apa ya?” saya bertanya “ Udah Naik, mau kedepankan?” tanpa kami perkirakan Ust. Arifin secara redah hati menawarkan kami untuk ikut dimobil mewahnya serta mengantarkan kami hingga keluar tol, yang padahal kala itu baru kami ketahui diakhir kisahya ia sedang bergegas menju ke bandara untuk penerbangannya ke makasar. 

Niat hati ingin jalan kaki kembalipun tergantikan karena ajakan Ust. Arifin, seorang Ulama yang besar dan tenar mengajak kami ikut bersamanya. Kamipun tak mungkin menolaknya. 

Selama perjalanan didalam mobil kami memanfaatkan waktu berharga itu dengan baik, ia meminta kami agar menyebutnya dengan sebutan abang ketimbang memangilnya Ustadz.

Saya banyak bertanya tentang banyak hal dan iapun dengan ramah  menjawab semua pertanyaan saya, bahkan sampai bercerita banyak hal mengenai kisah pribadinya dan beberapa tausiyah kecil sebagai penyemangat untuk kami dalam menapaki hidup, diakhir percakapan saya bertanya “Bang, apa tipnya agar kita bisa menjalani kehidupan ini dengan sukses, agar sukses seperti antum”, aku coba menanyakan rahasiah kesuksesannya”, Ia hanya menjawab satu kata “ ISTIQAMAH”.

Semoga amal ibadahmu diterima Allah dan dosa-dosanya diampuni serta diberikan tempat yang mulya disisnya... Amin..  

23 Mei 2019

21 Maret, 2019

Andai PENGADILAN kita bisa seperti ini?

Kamis, Maret 21, 2019


Iseng-seng setelah menyelesaikan beberapa kerjaan, seperti biasa saya buka youtube dan mencari beberapa video yang mungkin menarik tuk ditonton, apa yang saya tonton?, yang pasti bukan tentang sahrini atau misteri pernikahannya ya.

saya menemukan satu video yang membuat saya tergerak ingin mendokumentasikannya di tulisan ini, sungguh ini bisa jadi pelajaran besar untuk kita semua, terutama untuk penegak hukum di negeri ini.

Walau tulisannya agak panjang, saya yakin anda bisa membacanya hingga tuntas, tolong baca baik-baik dan simak dengan seksama, semoga banyak memberikan manfaat..dan setelah selesai jangan lupa berikan tanggapan dikomentar, serta silahkan di share jika mau.

Video yang saya tonton berjudul "Caught between Armando and the Parrots" (link video di sertakan dibawah tulisan) mungkin judulnya agak sedikit membingungkan bagi anda, memang..! dan kita tidak akan membahas tentang judulnya.

Yang pasti, isi video ini adalah cuplikan dari sebuah proses pengadilan tindakan pelanggaran ringan di sebuah kota Providence, Rhode Island, salah satu kota bagian di Amerika Serikat.

Yang menarik disini adalah cara seorang hakim (judge) mengadili para pelanggar dengan sangat humanis, namun hukuman yang diberikan tidak hanya membuat pelanggar jera melainkan yang terpenting menjadikan pelanggar sadar bahwa dia telah melakukan pelanggaran serta bersedia dengan ikhlas tuk mendapatkan konsekuensi dari setiap pelanggaran yang mereka lakukan atau bahkan menyesali perbuatanya dan berjanji tak akan mengulanginya.

Dimulai dari seorang hakim bernama Francesco Caprio memanggil seorang wanita muda yang disangka melakukan pelanggaran lalu lintas, saat dipanggil perempuan muda itu maju kedepan bersama dua orang anaknya, dengan muka tegang sang perempuan tersebut berdiri ditengah-tengah ruangan.

Melihat ada dua anak kecil bersama perempuan itu maju kedepan, hakim memulai percakapannya, ia bertanya, apakah yang anda bawa adalah dua pengacara anda?, dengan senyum dan mengangguk, sambil memeluk anak perempuan dan laki-lakinya, sang ibu menjawab apa yang ditanyakan hakim.

Siapa nama kamu anak muda? Caprio sang hakim bertanya, lantas ditimpali oleh anak itu dengan menyebutkan namanya Armando, kemudian sang hakim pun meminta armando untuk maju mendekatinya.

Caprio mulai bertanya dimana anda sekolah?, mengapa dijam sekolah kamu ada di sini (pengadilan)?, dan apakah ibumu tidak mengantar kamu dulu sebelum pergi kesini?, lantas Armando pun dengan lugunya menjawab, karena aku harus ikut dengan ibuku, karena ia ingin kami pergi bersama-sama.

Hakim melanjutkan pertanyaannya kepada sang ibu, apakah anda akan mengantarkan anak-anak sekolah setelah meninggalkan gedung pengadilan ini? namun sang ibu menjawab dengan kalimat saya tidak bisa berbahasa Inggris, hingga kemudian sang hakim pun meminta seorang penerjemah untuk dirinya, karena perempuan itu ternyata seorang imigran dari daerah spanyol.

Sang hakim meminta kepada penerjemah untuk menanyakan prihal tuduhannya kepada sang ibu yang ternyata diketahui bernama nyonya Ramos karena ia di tuduh mengebut di jalan Huntington, setelah diterjemahkan sang ibu pun menyampaikan penjelasanya dengan bahasa spanyol.

Ketika sang penerjemah mau berbicara, hakim yang pernah menjadi mantan Ketua Dewan Gubernur Rhode Island itupun mengangkat tangan tanda stop, dan ia bertanya kepada sang anak tentang arti yang disampaikan oleh ibunya. Armando pun dengan lugas menjawab bahwa ibunya tidak tahu dan ia tidak merasa ngebut.

Setelah mendengar penjelasan Armando hakim lulusan Suffolk University di Boston itu bertanya lagi, "apakah saat kejadian kamu berada didalam mobil bersama ibumu, apa kamu tahu kapan itu terjadi, jika masih ingat bisakah kamu ceritakan kronologisnya", dengan raut bingung armando pun sedikit tertegun hingga akhirnya Caprio menyimpulkan bahwa Armando saat itu tidak bersama ibunya.

Lantas hakim itupun melanjutkan perbincangan dengan armando, dimana ia akan mengajarinya satuhal kepada bocah itu. Baik armando!, ketika saya berbicara dengan anda, anda hanya boleh jawab Ya Tuan!, Tidak Tuan!, apakah kamu mengerti, dengan lantang armando menjawab "Ya Tuan!" dan disambut senyuman hangat dari hakim dengan berkata "ini dia".

Kemudian Caprio, meminta tanggapan Inspektur Quinn sebagai juri tentang tanggapannya terghadap armando, ida pun menimpalinya dengan kalimat, "Bagus, dia hakim pembelajar yang baik". dan tanggapan Quinn pun di amini oleh Caprio dengan melanjutkan penyampaiannya.

"Kami melakukan ini untuk berusaha melihat tentang apakah kami dapat membantu ibunya disini".

Melanjutkan pertanyaan "Apakah kamu percaya apapun yang disampaikan ibumu tentang kasus ini?" Armando menjawab "ya tentu", pertanyaan berikutnya "apakah kamu percaya apa yang dikatakan ibumu tentang hal-hal lain, atau bahkan apa yang dia katakan tentang dirimu", dengan raut tersenyum armando menjawab "ya saya percaya!". Sang hakim menimpalinya dengan perkataan untung ibumu berkata bahwa kamu anak yang baik, apakah kamu percaya itu? ibunya armando tersenyum dan armando pun mengangguk.

sekarang kamu fikir apakah ibumu pantas mendapatkan pemberhentian kasusnya? dan armando menyatakan Ya! hingga sang ibu tersenyum lebar merasa lebaga karena putusan anaknya.

"Jadi jika kamu adalah hakimnya, dan kamu harus mendakwa ibumu dengan denda yang harus ia bayar sebanyak 95 USD ditambah biaya pengadilan sebesar 60 USD, apa yang anda pikirkan?", apakah anda akan mengabaikan kasus ini? apa yang akan kamu lakukan?

Armando pun dengan raut muka yang berkaca-kaca menyampaikan "saya akan mengabaikan kasus ini", hakim yang beberapa kali mendapatkan gelar kehormatan ini pun menyampaikan kepada juri, karena ia minta saran kepada armando, maka saya harus menerimanya, dan ia bertanya pada juri "apakah kamu setuju?" dan Quinn sang juri pun mengangguk.

Caprio menyampaikan kepada Armando, kali ini kamu menyelamatkan ibumu dari kemiskinan, apakah ada yang ingin kamu sampaikan?

Iya tuan, Armando pun menutup sidang itu dengan kata-kata haru yang membuat orang diseluruh ruang sidang ikut meneteskan airmata membuktikan bahwa putusan hakim pada kasus itu sudah tepat, ia menyampaikan "Ibuku, dia saat ini sedang mencari kerja, dia mencoba pindah dari rumah, oleh karenanya ia tidak bisa membelanjakan uangnya untuk apapun".

Mendengar apa yang disampaikan Armando, hakim pun meyakinkan orang diseluruh ruangan dengan mengulang kata-kata Armando dan menambahkannya dengan beberapa kaliamat, apakah ibumu butuh apartemen, dan kalian tidak punya banyak uang? bagus ini akan menjadi beban keuangan yang sangat sulit bagi ibumu, apakah itu yang ingin kamu sampaikan? dan Armandopun menjawab dengan kata YA!
Caprio berdiri dan meminta armando untuk berjabat tangan dengan mengatakan lihat mata saya, kamu anak baik, kamu mencintai ibumu, kamu membuat permohonan yang baik atas namanya, dan anda menunjukan kepada saya bahwa kamu memahami kesulitannya.

Tapi ini yang harus kamu ingat oke?
jadilah kau pria muda yang cerdas, saya tau ibumu berasal dari negara lain, dan ia membawamu kesini agar kamu bisa melakukan banyak hal yang ada di negara hebat ini, hingga kamu akan menjadi sangat sukses suatu hari nanti, dan ingat, jaga ibumu dengan baik, dan kakak perempuanmu serta orang-orang yang membutuhkan, bantu mereka karena hatimu baik, oke? baiklah hati-hati. dan hakimpun menutup kasus ini dengan putusan bebas.


dengan sidang yang tak lebih dari 10 menit itu, semua yang ada diruangan tepuk tangan dan merasa apa yang diputuskan sang hakim kepada mereka sangatlah adil.

diakhir video sang hakim menyampaikan pesannya, betapa banyak sang hakim memutuskan kasus dengan tidak melihat dan mempelajarinya dari sudut pandang yang lain tersebih dahulu, dari video ini kita belajar tentang banyak hal, tentang kedewasaan sang anak yang mencoba membantu sang ibu yang ia tahu sedang berjuang, berjuang membesarkan mereka, berjuang dengan kehidupannya. sungguh kita bisa saja memberikan hukuman seberat apapun kepada mereka, namun hukuman yang kita berikan belum tentu membuat merek sadar atau bahkan jera, dengan melihat kasus ini apa yang ada dibenak anda?

yang udah baca tulisan ini sampai selesai, saya minta tanggapan kalian di komentar.

Trimakasih

Link Video

Bogor, Kamis 21 Maret 2019

26 Oktober, 2018

Belajar dari Mus'ab bin Umair. Sang Syuhada penjaga Tauhid dan Bendera Rasulullah.

Jumat, Oktober 26, 2018


Dari penomena pembakaran bendera tauhid, sesunggunya Allah memperlihatkan kepada dunia, bahwa kalimat Lailahaillallah, bukanlah milik satu golongan saja, apalagi milik kelompok teroris, kalimat  agung ini adalah kalimat keimanan yang mempersatukan umat Islam.
maka sebagai kaum Muslimin, menjaga panji Islam adalah wajib hukumnya, dan mari kita belajar dari kisah sahabat satu ini.

Suhada itu bernama Mus,ab bin umair, beliau adalah permata diantara para pemuda Quraisy. Dia memiliki wajah yang tampan dan juga penampilan yang menawan.

Orangtuanya bergelimang harta. Ibunya begitu memanjakannya, ia adalah putra kesayangan, hingga apa yang Mus'ab inginkan, terpenuhi semuanya.

Semua berubah ketika hidayah menyirami hatinya. Dia memberanikan diri mendekati rumah Al-Arqam bin Abdul Arqam untuk menjemput kebaikan hakiki. 

Rumah Al-Arqam menjadi telaga yang menyejukan bagi mereka yang baru mengenal islam. Di sanalah Nabi mengajarkan Qur'an dan hakikat Tauhid.

Setelah melafadzkan syahadat dengan penuh keyakinan, hidup Mus'ab yang penuh dengan kemewahan berubah 180 derajat.

Mus'ab menyadari bahwa jalan yang dia pilih bukanlah jalan yang mudah, namun dia telah membulatkan tekadnya untuk menghadapinya 

Pada awalnya, Mus'ab menyembunyikan identitas barunya, terutama dari ibunya. Namun ternyata ada seseorang yang melaporkan keislamannya.

Yang tersembunyi akhirnya terungkap sudah. Sang ibu marah besar mengetahui putranya menyimpang dari agama dan tradisi nenek moyang.

Dia berniat menyakiti Mus'ab namun tak tega setelah melihat cahaya keislaman yang terpancar dari putranya yang meneduhkan.

Mus'ab dijadikan tahanan rumah. Dia ibarat terkurung dalam sangkar emas, terkurung di tempat penuh kemewahan namun tanpa kebebasan. 

Hingga suatu saat ia mendengar bahwa beberapa sahabat Nabi hijrah ke Negeri Habasah. Mus'ab membuat strategi agar bisa lolos dari kurungan. 

Mus'ab berhasil lolos. Dia ikut hijrah ke habasyah untuk menyelamatkan imannya. Saat terdengar isu mekkah aman, mereka memutuskan kembali. 

Ternyata siksaan terhadap muslim semakin menjadi-jadi. Hijrah ke habasyah untuk kedua kalinya dilakukan, Mus,ab juga turut serta. 

Kondisi Mus'ab kian memprihatinkan. Ia yang dahulunya bergelimang harta kemewahan kini hanya mengenakan pakaian kasar dan jarang makan. 

Bahkan Rosulullah pernah berlinang airmata ketika menyaksikan penampilan Mus'ab yang hanya memakai burkah bertambalkan tali dari serabut. 

Mus'ab adalah duta Islam pertamakali yang diutus Rosulullah untuk melakukan pekerjaan terbaik di muka bumi yaitu berdakwah menyeru pada Allah. 

Mus'ab dikirim ke Yasrib (madinah) setelah baiat aqabah pertama. Mus'ab mengajarkan  mereka Agama dan memperkenalkan pada cahaya Islam. 

Dengan keiklasan jiwa, kemuliaan akhlaqnya dan kesantunan dalam berbicara, ia berhasil memikat hati penduduk Madinah untuk memeluk Islam. 

Berkat dakwah Mus'ab, jumlah kaum muslim yang awalnya belasan saja, hanya dalam beberapa bulan bertambah dan menyebar luas. 

Pada musim haji berikutnya, kaum Muslimin Madinah kembali mengirimkan rombongan untuk menemui Nabi. Mereka berjumlah 70 orang.

Inilah cikal bakal Baiat Aqabah kedua. Mereka yang berbaiat ketika kembali ke kampung halaman ikut berdakwah sehingga Islam semakin tersebar luas. 

Setelah pemimpin suku Yasrib memeluk Islam dan siksaan di Makkah semakin keras, Nabi dan para sahabat diperintahkan untuk hijrah. 

Mus'ab bin Umair ikut serta berjihad dalam Perang Badar melawan musrikin Mekkah di bulan Ramadhan tahun kedua Hijriyah.

Pada perang ini kemenangan berhasil diraih umat Islam. Kafir Quraisy berusaha menebus kekalahan, maka terjadilah Perang Uhud. 

Pada Perang Uhud, Mus'ab dberi amanah sebagai pembawa bendera kaum muslimin. I memegang bendera itu dengan gagah berani.

Pada awal peperangan, kemenangan ada ditangan pasukan Muslimin. Tinggal sediki bersabar saja, kemenangan yang sebenarnya bisa diraih. 

Namun beberapa pemanah melaggar perintah Rasulullah. Mereka meninggalkan pos pertahanan ketika melihat pasukan kafir mundur. 

Inlah awal mula petaka terjadi. Pasukan berkuda milik musuh mengetahui kelemahan pasukan Muslim, mereka pun balik menyerang dari arah bukit. 

Barisan kaum Muslimin porak poranda karena ada beberapa pasukan yang terpedaya harta dunia. Serangan pasukan kafir diarahkan pada Rasulullah. 

Namun beberapa sahabat menjadikan tubuhnya sebagai tameng hidup untuk melindungi sang Nabi. Nus'ab yang memegang bendera berusaha menghadang musuh. 

Mus'ab bertempur habis-habisan untuk melindungi Rasulullah. Satu tangannya mempertahankan bendera, satunya lagi menebas-nebas musuh. 

Hingga datanglah seorang bernama Ibnu Qum'ah yang menyerang Mus'ab.  Dia berasil menebas tangan kanan juga tangan kiri Mus'ab.

Mus'ab tetap berusaha mempertahankan bendera Rasulullah dengan tubuhnya hingga kemudian tombak Ibnu Qum'ah menembus dadanya. 

Mus'ab pun sahid. Setelah berjuang dengan gigih, melindungi Rasulullah dan juga bendera Umat Islam, ia gugur sebagai syuhada. 

Setelah usai Perang Uhud, Rasulullah berjalan mendekati jasadnya, lalu Beliau membaca forman-Nya QS. Al-Ahzab ayat 23. 

Saat itu tak ada yang bisa dipakaikan untuk mengkafani jasad Mus'ab kecuali sehelai kain yang tak cukup untuk menutupi seluruh tubuhnya. 

Maka Rasulullah memerintahkan sahabat untuk menutup tubuh bagian atas menggunakan kain tersebut dan bagian kakinya menggunakan rumput idzkir. 

Jauh setelah sahidnya Mus'ab dimedan Uhud, kenangan akan dirinya tak pernah hilang dalam ingatan para sahabat. 

"Kami berhijrah bersama Rasulullah semata-mata demi mengharap ridha Allah, lalu kamipun memperoleh imbalan dar-Nya.
Diantara kami ada yang meninggal sebelum mengambil imbalan sedikitpun, seperti Mus'ab bin Umair yang gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud."
- Khabbab bin Arat radhiyallahu'anhu.

Suatu saat ketika Abdurrahman bin Auf radhiyallahu'anhu disuguhi makanan ketika berbuka puasa, dia pun berkata:

"Mus'ab bin Umair , orang yang lebih baik dariku telah tiada. Saat itu dia hanya dikafani dengan sepotong kain yang jika kepalanya ditutup maka kedua kakinya terlihat, begitupula sebaliknya.
Hanzah juga telah tiada, dia juga lebih baik dariku.
Lalu dibentangkan kepada kita kenikmatan dunia seperti saat ini. Sungguh, aku khawatir semua ini adalah nikmat yang disegerakan..."

Referensi:
  • - Cordova Media
  • -Ali Muhammad Ash-Shalabi. Sirah Nabawiyah. 2014. Insan Kamil
  • - Khalid Muhammad Khalid. 60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW. 2013. Al-I'tishom. 
  • - Mahmud Al-Mishrawi. Ensiklopedi Sahabat. 2015. Pustaka Imam Asy-Syafi'i





   

02 Juli, 2018

Mengapa Tuhan memasukan ciptaanya kedalam neraka? bukannya dia punya sifat MAHA PENYAYANG?

Senin, Juli 02, 2018

Saya bekerja disalah-satu Kampus Islam Swasta di Kota Bogor sebagai humas, dan sore ini saya mendapatkan pengalaman berharga yang mungkin dapat bermanfaat bagi temen-temen semua.

Seperti biasa selepas sore tiba, setelah seluruh karyawan pulang, biasanya saya meluangkan waktu untuk belajar, atau setidaknya menulis atau membaca buku terkait hal-hal yang ingin saya ketahui dan pelajari, dan mumpung pengalaman ini belum terlupakan, alangkah baiknya jika saya menungkan pengalaman ini ditulisan saya, semoga ini bermanfaat.

Seperti biasanya sebelum pulang, kali inipun saya  menyempatkan untuk membaca salah-satu buku yang baru saya beli. namun sedang asik-asiknya membaca, dalam keheningan ada hentakan kaki menghampiri ruangan dan menyapa dengan ucapan selamat sore, setelah saya hampiri, ternyata ada tamu, seorang wanita muda berpakaian style  kantor dengan rambut terurai panjang bermaksud ingin mencari informasi terkait penerimaan mahasiswa baru yang kemudian saya terima di meja informasi.

Saya mengawali percakapan dengan pertanyaan standar yang biasa diutarakan ketika ada calon mahasiswa  mencari informasi. Apa yang bisa saya bantu jelaskan?, tanya saya, dan pertanyaan pertama yang dia utarakan adalah:

Bisakan saya perempuan yang tidak berhijab(jilbab) menjadi mahasiswa disini?
Sontak jawaban yang simpel itupun saya jawab dengan pertanyaan lagi, mengapa tidak?, lantas perempuan itupun tersenyum dengan memberikan pertanyaan lanjutan, kan ini kampus islam, bukannya disini diwajibkan untuk berjilbab? selewat pertanyaan ini memang simple, namun lebih daripada itu saya mulai tertarik dengan apa yang dia utarakan, nampaknya saya harus menjawab dengan ekstra hati-hati.

Ba, mohon maaf, yang mewajibkan berhijab untuk perempuan muslim itu bukan kampus, tapi Allah. jika memang ba merasa muslim, dan menerima sepenuhnya ajaran islam ya harusnya diikuti. hijab bagi seorang muslimah adalah kehormatan dan bukti keimanan serta ketaatannya pada agama, nah sebagai institusi atau kampus islam, kami punya kewajiban mengikuti aturan islam juga, karena hijab itu wajib maka, dikampus inipun diwajibkan, sekali lagi ini bukan peraturan kampus tapi peraturan agama.  dipun mengangguk tanda setuju dan tak lama dia bertanya kembali,  WALAUPUN BUKAN SEORANG MUSLIM?, tetap dikampus ini harus menggunakan kerudung?, dan bila saya ga mau, apakah saya ga bisa kuliah disini? 

Saya pun menjawab dengan senyuman, nah kalo itu beda lagi aturannya, jika emba perhatikan jawaban saya tadi, saya menyampaikan yang mewajibkan menggunakan hijab itu bukan kampus tapi Allah, itupun diwajibkan bagi seorang muslimah, sebagai bukti ketaatan dan keimananya, jadi kalo emba memang non muslim, ga ada kewajiban ba kuliah disini harus berhijab, itukan perintah agama, kalo ba non muslim kami tidak boleh memaksa mba dengan apa yang tidak emba yakini, Tapi walaupun mba non muslim, jika mba ingin kuliah dikampus kami, kami dengan senang hati menerima mba. Dari penjelasan yang saya jelaskan kepadanya, sepintas dia merasa puas, namun ternyata diapun mengajukan pertanyaan berikutnya.

Mas, boleh ga saya tanya hal lain? apatuh ba, silahkan selama saya bisa jawab ba, Kemudian wanita  itupun melanjutkan pertanyaannya. Gini mas, saya tu kan non, tapi saya jujur pengen sekali masuk di kamapus ini, saya tertarik di jurusan hukum, tapi sebenernya pertanyaan saya ga nyambung dengan itu, pertanyaan saya

 Apakah saya yang non muslim ini ga bisa masuk surga? walaupun saya melakukan banyak kebaikan, saya ini pekerja sosial mas, saya sudah bekerja di lembaga sosial, setiap hari saya berbuat baik, membantu orang susah, membantu orang sakit, terlantar, orang tua jompo, dll, kurang apa coba, APAKAH SAYA TETAP GA BISA MASUK SURGA? terus apakah saya masuk neraka, bukannya TUHAN ITU MAHA PENYAYANG, tapi kenapa harus diciptakan neraka, kalo emang benar dia maha penyayang ya masukan aja semua ciptaanya ke surga?


Waduh,  pertannya mulai serius ini, walau menurut saya berat dan sama sekali ga punya dalil terkait ini, tapi ketika ada orang yang nonmuslim bertanya dengan kesungguhan, saya mencoba untuk menjawabnya dengan hati hati agar tidak menyakiti dan dengan logika agar masuk diakal dia, nah  bagi yang membaca, mohon koreksi dan sarannya, berikut penjelasan saya kepada dia.

Ba, sekali lagi ini jawaban objektif saya ya, kalo salah ini hanya keterbatasan ilmu saya dalam menjawab, karena mba non muslim, saya ga akan pake dalil agama dalam menjelaskan ini, karena percuma mbapun tidak meyakini Alquran, jawaban saya sebenernya simple, menjawab pertanyaan mba, saya akan gunakan satu cerita yang sama seperti posisi mba saat ini, tapi sebelum bercerita, saya tekankan dalam islam, masuk surga itu hanyalah Allah yang bisa memutuskan, bukan dari banyaknya pahala atau sedikitnya dosa kita. 

Tapi terkait dengan itu begini ceritanya, mba ingin sekali menjadi mahasiswa disini, namun mba malas untuk memndaftar atau registrasi seperti mahasiswa yang lain karena mba punya prinsip yang penting saya pintar. 

Dalam berjalannya waktu, ketika orang kuliah, mba ikut kuliah, ketika yang lain mengerjakan tugas kuliah mba pun ikut mengerjalan tugas, bahkan jauh lebih baik daripada yang lain, hal tersebut mba lakukan seperi mereka yang kuliah pada umumnya.

Dalam kuliah sang dosen akan memiliki beberapa peran, begitupula sang mahasiswa, peran dosen adalah, memberikan materi dengan tatapmuka sesuai sks perkuliahan, mengabsen, memberikan tugas, dan menilai kinerja mahasiswa lalu kemudian akan memberikan legalitas kelulusan seperti sertifikat atau ijazah jika sang mahasiswa tersebut bisa mengikuti peraturan terkait akademik disatu kampus tersebut. mba setuju sampai disitu.  iapun mengangguk tanda setuju. 

Baik saya lanjutkan, sementara mba mengikuti selayaknya orang kuliah, diperjalanan waktu dilakukanlah ujian, mba dengan penuh kesungguhan belajar, menghapal dll, hingga ujian itu berlangsung, dan nilai pun dibagikan ternyata karena dosennya sangat PENYAYANG, maka  semua nilai yang diberikan dosen itu sama, nilainya A semua atau lulus semua kecuali emba, padahal jelas-jelas mba tahu, teman eba yang disamping, masuk juga ga pernah, absen selalu nitip, dan ujianpun nilainya buruk atau bahkan nyontek jawaban mba, tapi dalam daftar kelulusan semua nilainya sama rata? apa yang akan ba lakukan?

perempuan itupun dengan semangatnya menyampaikan, YA GA ADIL dong mas, saya akan PROTES, ngapain kita ngerjain tugas, ada ujian, ada absen, dll kalo hasil akhirnya semuanya sama dikasih A terus kenapa saya ga dikasih nilai? , jadi ga adil itu.

Ok, kita lanjutkan lagi ceritanya, anggap MBA protes, bilang ga adil sama dosen itu, kemudian sang dosenpun menganulir  nilainya tadi dan  melakukan ujian ulang,  dalam ujian ulang sambil membagikan soal, sang dosen pun memberikan kunci jawabannya ke seluruh peserta ujian, lantas apa yang akan mba lakukan lagi, padahal ba tau ba sudah menghapal, belajar memahami apa yang pernah dosen jelaskan sebelumnya sementara yang lain datang aja ga pernah? hanya ikut ujian aja? 

Mba itupun menjawab lagi, atu kalo gitu ngapain ada ujian, sama aja bohong, dengan nada sedikit kesal itulah jawaban dia.

Ok, kita lanjutkan lagi, anggap masalah dosen tadi sudah beres ya ba, dengan hasil akhir semua nilainya sama (A) semua kecuali mba ga ada nilai sama sekali, dan ketika kelulusan tiba, semua orang dibagi ijazah kecuali Mba? lantas mba bertanya kepada pihak kampus, mengapa saya ga dapat ijazah, saya sudah mengerjakan tugas, ikut ujian, selalu hadir tepat waktu, mengapa saya ga dikasih ijazah, 

Jawaban pihak kampus ke mba, hanya bertanya balik, maaf anda siapa? ketika emba kasih biodata  misal KTP, kemudian pihak kampus kroscek ke daftar mahasiswa yang terdata dikampus, ternyata biodata mba ga ada sama sekali, masalahnya karena mba tidak melakukan registrasi diawal masuk, pertanyaan saya apakah pihak kampus bisa memberikan atau mengeluarkan izasah atasnama mba. 

Wanita itupun menjawab dengan yakin, oh iya ya saya kan tadi ga daftar! ya ga mungkin, kan saya ga terdaftar,  wlau mba kuliah dan mengerjakan ujian? walau saya kuliah kalo data saya ya iya saya ga ada nilai dan kampuspun ga mungkin kasih saya ijazah tutup dia dengan tersenyum.

Nah ba, cerita inipun sama logikanya seperti pertanyaan mba, apakah mba bisa masuk surganya kami yang islam, walau mba sudah berbuat baik banyak sekali? jawabannya tidak, karena bma tidak terdaftar sebagai muslim seperti mna minta nilai dan izasah tadi, 
Bukannya tuhan maha penyayang? iya Allah itu maha penyayang, buktinya sama orang yang tidak beribadah serta tidakyakin sama Diapun, Allah masih kasih hidup, rizki, dll.

Lalu kenapa harus ada mahluk yang ia ciptakannya  masukan kedalam NERAKA? jawabannya karena Allah selain punya sifat MAHA PENYAYANG, Allah pun punya Sifat MAHA ADIL, dunia layaknya tempat ujian, dalam islam, kita meyakini bahwa sebelum manusia dilahirkan kedunia, Allah melalui para malaikatnya sebelumnya melakukan semacam kontrak dengan manusia terkait keimanan kepadanya, dan semua yang terlahir kedunia menyatakan beriman, serta terima konsekwensi terhadap iman itu dengan siap menerima ujian di dunia, lantas setelahnya kita diturunkan kedunia untuk diuji terkait baik buruknya kita, jika baik, mengikuti perintahnya, maka Allah jaminkan surga sebagai reward dan motivasi untuk kita selalu baik, jika tidak mau mengikuti perintahnya maka Allah sudah siapkan funismentnya yaitu neraka, Adilkan? 

Wanita itupun menjawab dengan yakinnya dengan berkata IYA sih masuk logika ADIL..
namun saya masih rada bingung mas, kalo mas bilang tadi sebelum kita dilahirkan dedunia kita buat semacam kontrak sama tuhan, kok saya ga yakin ya, saya ga ingat sama sekali? 

Dengan senyum, saya jawab, bukan cuma mba yang ga ingat, seluruh manusia didunia inipun ga akan ada yang ingat, kalo ada yang ingat, kita pernah melakukan kontrak sama tuhan sebelum dilahirkan, lantas mengapa kita ada didunia, yang notabenenya tempat kita diuji, langsung aja masukan kita ke surga, kaya tadi, ngapain ada ujian kalo kunci jawabbnya dosen kasihkan juga... he..

Dengan muka sedih wanita itupun menyatakan terimakasih dan pamit pulang... 

CATATAN  2 JULI 2018
Semoga memberi hikmah
Nudin Al-Azies





18 Juni, 2017

Hadiah spesial dari ALLAH saat Ramadhan

Minggu, Juni 18, 2017

Status THR dan berburu baju baru sudah mewarnai beranda, parcel dan hadiah sudah berdatangan kita terima, diskon murah jadi ajang untuk kita ramai berbelanja, namun malam yang satu ini kadang sepi orang cari..
Padahal Allah tau, bahwa usia umat nabi muhamad, tidak lebih panjang usianya dibanding umat-umat sebelum Beliau, jadi gimana mungkin kalo umat terdahulu punya usia ratusan bahkan ribuan tahun, terus mereka misalnya taat beribadah setiap waktu, bisa dikalahkan oleh amal umat Nabi Muhamad yang punya usia maksimal puluhan tahun?
Jawabannya adalah Lailatulqadar..., itu hadiah spesial yang Allah berikan khusus kepada kita, mari kita buru malam ini...dengan sebaik-baiknya amal yang ganjarannya bisa lebih baik dari pada kita Ibadah lebih dari 83 tahun.
تَحَرَّوْا ليلة القدرِ في الوِتْرِ، من العشرِ الأواخرِ من رمضانَ
“Carilah oleh kalian keutamaan lailatul qadr (malam kemuliaan) pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan”. (HR.al-Bukhari (2017), & Muslim (1169)
23 RAMADHAN 1438 H
Nurdin Al-Azies

adds