Hi, I'm Azies welcome to my space. This is a documentation of stories and experiences of my life.

Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

07 Mei, 2020

GARA GARA CORONA, Semuanya berubah

Kamis, Mei 07, 2020

Sore ini selepas tidur siang yang sebelumnya tak pernah saya punya waktu untuk melakukannya, saya mulai sadar ada beberapa keseharian saya yang berubah..

Perubahan ini bukan terjadi karena diri, melainkan berubah karena situasi.

Siapa sangka makhluk yang tak kasab mata yang mampu merubahnya.

*Corona Virus (Covid19)* yang merupakan virus baru yang belum terdeteksi sebelumnya di tubuh manusia, mampu menumbangkan jutaan orang di dunia yang imbasnya bukan hanya ke penderita, tapi nampak keseluruh manusia termasuk saya.

Darinya, ada banyak hal yang merubah mainset serta habit saya, setidaknya saya lebih aware terhadap prilaku hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan, pilih-pilih makanan, secara suka rela beres-beres rumah agar terasa nyaman bisa tinggal dirumah berlama-lama, dan tetunya banyak waktu dihabiskan dengan keluarga, serta hal-lainnya.


Contoh diatas adalah hal positif yang saya alami, namun apakah ada hal-hal negatif yang terjadi, nampaknya banyak juga.

Setidaknya saya setiap ketemu orang selalu waspada dan curiga, alih-alih takut sama mereka yang memiliki gejala batuk, melihat orang yang ga pake masker aja nampaknya pengen menjauh, walaupun itu temen dan tetangga sendiri.

Tak ada lagi saling sapa, ngobrol hangat, ngumpul akrab dan hal-hal biasa yang sering dilakukan sebelumnya, hal itu menjadi tabu baru.

Kesemua hal yang biasanya dibahas dan dilakukan secara bertemu, kini berevolusi dengan meeting-meeting online yang hanya menggunakan media virtual, dan digital.

Tak ada lagi kata-kata siap atau tidak, karena semuanya dibuat harus mengikuti dengan terpaksa.

Kuliah, sekolah, kerja bahkan ibadah, diubah bentuknya perlahan-lahan lewat media perantara, karena kita oleh pemerintah harus tinggal dirumahaja.

Bahkan sang dosen yang awalnya malas untuk menggunakan WA (Whatsapp) pun ikut berlomba belajar bagaimana caranya menggunakan zoom meeting, yang pada awalnya dibuat kalangkabut dan juga tak kalah bikin pusing.

Dulu selepas lelah beraktivitas, kegiatan yang biasa kita lakukan yang kala itu menjadi pashion trand adalah cari tempat hangout yang cozy serta tak tertinggal yang instagrammable, semua cafe dan tempat makan penuh, jalanan macet dan di sosial media, kita semua berlomba posting tempat dan makanan enak.

Nongrong, becanda, makan dan posting adalah keseharian, tapi kini hal itu sudah jadi kenangan, bahkan saat Ramadhan seperti ini yang biasanya makan dan kumpul lebih sering, malah tak terpikir sedikitpun karena memang sudah tak bisa dilakukan.

Kangen dengan hal itu adalah mungkin, namun dibalik semua itu banyak pelajaran yang bisa kita petik.

Dari pada kengen sama hal yang ga bisa kita lakukan, Mari alihkan perhatian kita pada kepedulian terhadap sesama.

07 Juni, 2017

seteleh kesulitan akan selalu ada kemudahan

Rabu, Juni 07, 2017
seteleh kesulitan akan selalu ada kemudahan
Fainnama'al 'usri yusro.. innama'al 'usru yusro...
Sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan...
bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. (Al-Insyirah:6-7)

dua ayat yang sering kita dengar dan mungkin kita bacakan berulang ulang dalam sholat ini menekankan pada diri kita, bahkan setiap diri yang mampuh tahan terhadap hambatan, ujian dan rintangan, maka selepas itu akan hadir kepadanya kemudahan-kemudahan.

ini adalah firman dari Allah untuk kita yang beriman, 
maka ketika kita meyakini setiap langkah dan kerja-kerja kita Allah yang atur,
siapapun kita, apapun propesi yang sedang kita jalani, usaha apa yang kita tekuni,
ketika kamu mau berjuang, mau berusaha susah payah, 
rela melewati cobaan berat, rela melewati ujian sulit.. bersabar dengan ujian-ujian.

insyaAllah didepan perjuangan mu.. 
ada kebaikan, ada kehebatan yang membawa kemudahan,
bagi karirmu, bagi kesuksesan mu..
 SEMANGAT KAWAN!

12 Ramadhan 1438 H
Nurdin Al-Azies

JANGAN KEJEBAK SAMA KEHIDUPAN MASA LALU!!

Rabu, Juni 07, 2017

Berapa banyak diantara kita masih dikendalikan sama pengalaman yang buat kita ga berani ngambil sikap buat maju untuk melangkah ke masa depan.

Rasa kecewa, marah, bersalah, itu artinya tanda-tanda kamu masih kejebak dikehidupan masa lalu.
Biasanya kalo kamu masih kaya gini, kamu akan sulit buat berfikir jernih, tentang bagaimana menatap masa depan serta memperjuangkannya.

YANG HARUS KAMU LAKUIN, , YA MOVE ON!

Maafkan mereka, maafkan diri mu sendiri yang udah berlaku kurang baik sama pengalaman hidupmu dimasa lalu, dengan begitu setidaknya hidup Kamu ga akan kejepit sama benci kamu pada diri sendiri atau orang lain dan menyalahkan masa lalu.

Jika kamu melihatnya dengan positif, masa lalu tidak ada yang buruk
yang ada, hanya masalalu yang indah dan pelajaran yang berharga..

Sejatinya setiap diri memiliki masa lalu. walaupun kamu mungkin punya masa lalu yang kelam, tapi berbanggalah, setidaknya atas usaha mu hari ini untuk memperjuangkan masa depan.
11 Ramadhan 1438 H
Nurdin Al-Azies

16 Juli, 2013

Buka Puasa Bersama, ajang mempererat tali kekeluargaan

Selasa, Juli 16, 2013
suasana buka puasa bersama (Al-hijri II UIKA Bogor)

BANYAK kebiasaan yang dirindukan ketika Ramadan datang. Buka puasa bersama adalah salah satu yang dinantikan para mahasiswa. Sembari menunaikan ibadah, tali silaturahmi terus dieratkan. Maka jangan heran bila menjelang Ramadan, banyak yang mulai berencana sahur, berbuka, dan tarawih bersama. Bukan hanya dengan kolega sekampus, reuni dengan kawan-kawan SMA pun bisa.

Ada yang memilih berbuka bersama di rumah makan. Banyak pula yang diadakan di rumah teman. Meskipun untuk membeli konsumsi harus dengan berbagi kongsi, sumbangan uang, tetap saja ajang silaturahmi ini dinanti. Faizal, ketua koperasi mahasiswa (KOPMA) UIKA Bogor, misalnya, berencana mengadakan buka puasa bersama. “Insya Allah dikantin KOPMA atau di ruang sekretariat.

Mungkin akan lebih seru dari tahun sebelumnya,” kata mahasiswa semester V ini. Selain itu, Faizal dan teman seangkatan berencana berbuka puasa bersama anak yatim dan anak jalanan. Beberapa dosen akan diundang. Untuk dana, kata mahasiswa yang sudah dua tahun menjadi ketua Kopma ini, berasal dari partisipasi anggota.

Faizal menyarankan kepada teman-temannya yang telah memiliki usaha dan penghasilan untuk menyumbang lebih. Tentu ada nilai sedekah di bulan penuh rahmat ini. Tidak hanya Faizal,  Mukhtarudin, mantan Ketua BEM Sekolah Tinggi Agama Islam STAI Sahid Bogor, menuturkan di kampusnyapun setiap tahun diadakan buka puasa bersama.

“Kami mengumpulkan uang untuk membeli makanan lalu diadakan di rumah teman atau di beberapa warung makan. Bahkan pernah di panti asuhan,” ucap Alumni STAI Sahid angkatan 2011 ini . Menurut Mukhtar, lebih baik berbuka puasa bersama pada saat tanggal muda sehingga banyak yang berpartisipasi. “Dananya dikumpul dari setiap angkatan, Sebagian sumbangan dosen. Jadi terkumpul banyak dan menu berbuka puasa bisa bervariasi,” ucap nya. Dosen menyumbang makanan seperti nasi campur dan panitia membeli makanan berbuka seperti puding dan buah. Meski demikian, tak banyak mahasiswa yang bisa ikut karena mudik dan menjalankan Ramadan bersama keluarga.

Namun dari silaturahmi seperti ini, hubungan antar-angkatan, antara senior dengan junior, menjadi lebih dekat dan saling mengenal. (Azies)

09 Agustus, 2012

Ramadhan unik: Serunya Mengikuti Pesantren Kilat di Kapal Perang

Kamis, Agustus 09, 2012

Di bulan Ramadhan, penyelenggaraan pesantren kilat bukanlah hal asing bagi umat muslim di Indonesia. Namun bagaimana jika pesantren kilat tersebut digelar di kapal perang. Sekitar 300 anak yatim dan duafa berlayar dengan kapal perang KRI Tanjung Nusanive. Ratusan anak-anak itu bukan diikutkan dalam misi latihan tempur melainkan untuk hendak mengikuti pesantren kilat yang biasa dilaksanakan di pondok peranteren maupun sekolah setiap bulan Ramadan.

Pesantren kilat ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai Senin sampai Rabu, 8 Agustus 2012. Selama itu pula, kapal akan berlayar di sekitar perairan Jawa dan Kepulauan Seribu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Baznas bekerja sama dengan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

Selain pesantren kilat yang meliputi berbagai kegiatan keagamaan seperti shalat wajib lima waktu serta tarawih, termasuk makan sahur dan buka puasa bersama, anak-anak itu juga diberi kesempatan melakukan tur dalam pengenalan KRI Tanjung Nusanive. Tak ketinggalan, peserta juga akan dilatih kepemimpinan, motivasi dari orang-orang sukses, strategi hidup di atas kapal dan Bakti Sosial serta penanaman pohon Mangroupe bersama para tokoh di kepulauan Seribu.

Berikut Dokumentasi keseruan-keseruan Nurdin Al-azies: Owner Azies-site selaku panitia di acara Orphanship 2012.


https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/264844_2319813011150_250292135_n.jpg
(Ketua Baznas dan Komandan Kolinlamil TNI AU saat meresmikan Pesantren Ramadhan diatas Kapal Perang RI 937 Tanjung Nusanive)

MENJELANG BUKA Peserta Orphanchip 2012, sedang mendengarkan ceramah oleh Ust. Ahmad Ruyat

(Azies, saat memandu peserta Oprphanship 2012)

(Peserta Orphanship 2012, Outbound di pulau Untung Jawa )

(Panitia dan Mentor Orphanship 2012: Photo Bersama)

(Peserta Orphanship 2012, Outbound di pulau Untung Jawa )

(Photo bersama Sahrul Gunawan dan Nurdin Al-Azies saat mengisi Acara di Orphanship 2012)

(Menghibur Peserta Orphanship 2012)

(Suasana Pelabuhan Kargo Merak, tempat berlabuh Kapal KRI Nusanive, kapal Perang yang digunakan untuk acara Orphanship 2012)

(Photo bersama Nurdin Al-Azies dan Elang Gumilang (Pengusaha Sukses Properti) saat mengisi Acara di Orphanship 2012)







Kapal Perang KRI Tanjung Nusaniv


Kapal Perang KRI Tanjung Nusaniv

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/314384_2319819371309_41529889_n.jpg

Peserta Sanlat Orphanship 2012 sedang menjalankan sholat di pulau untung jawa.


ABK dan PAR Mentor Pesantren Kilat

Lihat liputan videonya dibawah ini :



31 Juli, 2012

Ramadhan ke-11 (CERPEN)

Selasa, Juli 31, 2012
Ramadhan ke-11 (CERPEN)
Kisah insfirasi dari perjalanan ramadhan ke-11

Sore itu langit sedang berawan dan sang surya pun menyembunyikan wajahnya yang bulat diantara awan-awan yang berserakan diangkasa. Tampaknya hari itu dia tidak rela untuk meninggalkan hari yang begitu damai dan bersahaja. Angin bertiup lembut kearah barat seolah sedang menunjukkan jalan pulang pada mentari untuk segera menyelesaikan tugasnya.
Hari itu adalah hari kesebelas puasa ramadhan. Dimana pada kesempatan itu aktifitas di kampus begitu lenggang, pasalnya sedang dalam keadaan libur kuliah.


Aku, Putra, Abel dan Kurniawan tengah asik diskusi tentang kegiatan ramadhan apa yang akan dilakukan tahun ini.

AZZIKRA ! , sontak, aku mengajukan satu nama Masjid yang ada di Kabupaten Bogor. Tak perlu lama-lama untuk mereka berfikir menanggapi usulan ku itu, ternyata mereka setuju.

Diskusipun terhenti sejenak, karena sayup-sayup suara Adzan berkumandang terbawa angin sore yang mendarat di daun telinga kami yang saat itu fokus mencari sebuah masjid yang akan kita singgahi di Ramadhan kali ini, untuk selanjutnya kita memutuskan akan berangkat setelah solat Ashar.

“Nanti kita kumpul setelah sholat asar ya”, aku mengajukan usulan kepada kawan-kawan yang lantas mereka hanya menganggukan kepala tanda setuju.

Bergegas menuju masjid kampus, menelusuri lorong nan panjang, kami merasa bersyukur, diberikan kesempatan menikmati ramadhan tahun ini dengan penuh keberkahan, tenggorokan ku memang kering, tapi aku bersyukur hati ku masih diluputi oleh siraman anugrah yang dikucurkan Allah melalui ke3 sahabat ku itu.

Sedikit orang yang bergegas menunaikan panggilan Allah adalah tanda, bahwa masih banyak diantara kita tidak mampu untuk mensyukuri atas apa yang pernah diberikan oleh Rabbnya, “Alangkah murahnya hati Mu ya Rab, dikala kami lalai Kau masih memberikan kami kesempatan menikmati kehidupuan ini dengan penuh rizqi”, gumamku sambil menelusuri lorong panjang yang membentang menuju masjid kampus. Kami bergegas mengambil air wudhu.

“Allahhuakbar”, sang imam dengan suara yang merdu memulai sholat asar dengan begitu khusuk, akupun mengikuti seluruh gerakan yang ia pimpin hingga salam usai. Sejenak ku berzikir lantas ku bergegas untuk berkumpul kembali melanjutkan perbincangan tadi yang terpotong.

“Zis,!” Putra menyapa mengawali perbincangan kami, terus pake apa kita kesana? Dengan nada penasaran putra bertanya. “Naik Angkutan umum lah, 05 jurusan Bubulak – Cileungsi”. Lantas pertanyaan putra ku jawab. “Kalo gitu tunggu apa lagi, nanti keburu sore, ayo kita berangkat!” abel dengan nada semangat menimpal perbincangan kami, kamipun bergegas untuk berangkat.

Kami turun dipersimpangan tol yang mengarah ke Jakarta. Rp.5000, ongkos yang ditagih untuk membayar tumpangan kami di angkutan umum itu, perjalanan kami berlanjut hingga 2 kilo menyusuri jalan nan tandus, lelah yang mendera tergantikan dengan kemegahan masjid yang kami lihat dari kejauhan, “ Subhanallah, ini hanya Bangunan ciptaan manusia, bagaimana jika nanti kita bisa menyaksikan istana Allah yang sebenarnya diakhirat”, aku kembali berguman tanda takjub atas apa yang aku lihat kali ini.



Pelajaran berharga dari anak panti.

Perjalanan kami berakhir dengan sambutan kumandang adzan magrib yang menandakan sudah waktunya kami untuk mengakhiri saum di hari ini. Sungguh kenikmasan yang Allah berikan kepada kami yang luarbiasa, disaat dahaga hampir tak tertahan Allah sejenak menghapus kewajiban puasa kami pada hari ini, kamipun bergegas untuk melaksanakan buka puasa.

Tap!, langkah kami terhenti didepan masjid, niat hati mau sejenak duduk menghilangkan lelah, ada ibu separuh baya menghampiri dan mempersilahkan kami untuk mengikuti ifthor jama”i (buka puasa bersama) dengan santri dan anak-anak panti Asuhan yang ada di tempat itu, dengan nada malu-malu tapi mau, kamipun mengikuti sang ibu tadi untuk ikut bergabung dengan mereka.
Disini aku mendapatkan pelajaran yang cukup berharga, Air mineral, dan kurma serta sepotong kueh yang dibungkus plastikpun menjadi pengisi perut ku kali ini, ini berbanding terbalik atas hidangan yang sering kumakan ketika waktu berbuka tiba, disini hanya ada kesederhanaan dan kebersamaan, aku menikmati semuanya ini.

Raut muka adik-adik santri panti asuhan ini nampaknya menjadikan ku orang yang penuh syukur, bagaimana tidak , ditengah waktu yang biasa kita bermanja-manja kepada orang tua untuk dihidangkan makanan kesukaan buat berbuka puasa, mereka bahkan tak tahu orang tua mereka sekarang ada dimana.

Selama ini memang ketika berbuka puasa aku selalu menyiapkan makan besar seolah-olah aku sedang membalas dendam pada makanan setelah seharian tidak makan dan minum sedikitpun. Tak jarang juga kalau setelah itu perutku akan terasa sakit sekali sampai tidak bisa bergerak karena kekenyangan. Dan yang pasti waktu maghrib pun akan berlalu sebelum aku menunaikannya. Aku jadi sedih, ternyata aku belum berhasil untuk menahan hawa nafsu yang selama ini diajarkan di mutiara-mutiara ramadhan setiap harinya.

Dalam hati aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi seorang muslim yang benar-benar mengikuti sunnah rasulnya. Terbayang olehku akhlak rasulullah yang begitu mulia hingga seluruh umat manusia dimuka bumi ini begitu mengenalnya.

Seselesainya ifthar, aku dan kawan-kawanku bergegas, menunaikan sholat Maghrib, setelah sholat rencananya kami akan mencari makan di sekitar masjid, namun apa dikata tak ada satu warungpun buka, akhirnya kami hanya menikmati gorengan yang kami bawa dari kampus yang kami beli sebelum kami berangkat. Aku rasa, gorengan pun cukup untuk mengisi perut kami sementara.

Sholat isya telah tiba, kumandang adzan yang merdu membawa kami bergegas untuk memenuhi panggilan itu, hingga kamipun menunaikan sholat dengan khusuk, setelah sholat isya dilanjutkan dengan sholat Tarawih berjamaah, kami mengikuti rakaat demi rakaat dengan penuh semangat. Suasana hatiku saat itu sangat tenang.

Menjelang malam, kami masih menikmati suasana nan teduh dibawah lindungan kubah masjid yang begitu megah dengan melantunkan ayat-ayat Allah, aku menikmati hari-hariku dekat dengan-Nya, hingga mataini tak kuasa untuk membacanya lagi. Aku turut terlelap menyusul kawan-kawanku yang sudah tertidur sejak awal.

Bertemu dengan Ust. Arifin.

Teng, dentang alarem berdering keras membangunkan ku dari tidur pulas, sengaja ku nyalakan alarm HP, agar aku tidak telat bangun. Ku lihat jam, ternyata waktu tengah menunjukan pukul 03.00, waktunya kami harus Sahur.

Kurniawan “ lah kita mau makan apa”, Putra ”YA makan Nasi lah, masa batu..!“ (dengan nada menyindir pertanyaan kurniawan yang baru terbangun.

Kami bergegas mencari kantin atau warung yang ada disekitar masjid dan Alhamdullilah menemukan satu warung makan, lantas kami makan dengan lahapnya. “Jadi berapa Bu” aku mencoba menanyakan berapa harga makanan yang ku makan kali ini, “ semuanya 11 Ribu”, penjaga warung menjawab, aku menyodorkan uang 20 ribu dan langsung dikembalikan 9 Ribu rupiah.

Waktu berlalu begitu cepat, hingga tak terasa waktu imsak tinggal 5 menit lagi, kami langsung bergegas kembali kemasjid yang selanjutnya setelah waktu subuh tiba kami berjamaah menjalankan sholat subuh.

“Asalamualaikum Warahmatullah” imam mengakhiri sholat subuh, sesaat ku tertegun, melihat seorang sosok yang sering ku lihat dan ku kagumi karena ceramah-ceramahnya yang menggugah hati di layar kaca.

“Ust. Arifin“ Putra membisikan ketelingaku, ya ternyata benar apa tebakku, ternyata itu Ust. Arifin, sesaat ku melihat sosok itu, tiba-tiba tak lama dari itu, beberapa orang menghampirinya bagaikan akan membuat lingkaran kecil, dengan duduk melingkar dan saling berhadapan, mereka membuka Al-quran dan mulai mengaji, aku dan putra berniat untuk gabung, walau agak sedikit malu akhirnya kami memberanikan diri untuk ikut bergabung dengan khalaqahnya.

Satu persatu dari kami secara bergiliran membaca ayat Al-quran, jika ada yang salah, Ust. Arifin bergegas membenarkan bacaan. Disela-sela kami membaca Al-Quran beliaupun secara santun menyampaikan isi dan kandungan dari ayat-ayat yang kami baca untuk dijadikan pelajaran, sungguh pengalaman yang sangat berharga yang bisa aku dapatkan.


“ Ikhwah, Allah mencintai pemuda yang walau dengan darah mudanya yang masih mengglora, serta hasrat yang sangat tinggi untuk melakukan maksiat, akan tetapi pemuda itu tetap tabah, sabar dan Istiqamah menahan godaan tersebut dan memilih untuk mendekatkan diri kepada ALLAH, sungguh allah cinta kepada pemuda seperti antum-antum ini, dimana orang terlelap tidur kembali setelah subuh, antum bisa hadir jauh-jauh datang menunaikan sholat subuh berjamaan ketempat ini, subhanallah, Antumlah yang dirindukan bidadari-bidadari syurga itu, mereka sedang bersolek menunggu kedatangan antum kelak”.
Itulah sepenggal ceramah nya yang sontak membangkitkan semasngat dan hasrat kami jauh lebih baik dalam beramal.

Halaqahpun usai, dengan ditutup doa kifaratulmajlis, kamipun lantas menunaikan sholat syuruq dan duha sebagai penutupan kegiatan pagi di hari kesebelas ini. kami pun berpisah, lantas kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan pulang dengan niat berjalan kaki kembali.

Saat kami berjalan sambil sesekali mengarahkan kamera ke objek yang menarik, di kejauhan ada sebuah mobil berhenti, terbukalah kaca mobil itu, terlihat seorang didalam mobil melambaikan tangannya mengajak kami untuk ikut kedalam mobilnya.

Tak disangka ketika kami dekati ternyata Ust.. Arifin, “ AfwUst, ada apa ya?” saya bertanya “ Udah Naik, mau kedepankan” tanpa kami perkirakan Ust. Arifin secara redah hati menawarkan kami untuk ikut dimobil mewahnya serta mengantarkan kami hingga keluar tol. Niat hati ingin jalan kaki kembalipun tergantikan karena ajakan Ust. Arifin, seorang Ulama yang besar dan tenar mengajak kami ikut bersamanya. Kamipun tak menolaknya.

Selama perjalanan didalam mobil ia bercerita banyak mengenai kisah pribadinya dan beberapa tausiyah kecil sebagai penyemangat untuk kami dalam menapaki hidup, “Ust, apa tipnya agar kita bisa menjalani semuanya, dan bisa sukses seperti antm”, aku coba menanyakan rahasiah kesuksesannya”, Ia hanya menjawab satu kata “ ISTIQAMAH”.

"Aku, Abel, Ust. Arifin, Kuriawan, Putra"


KATA ITULAH YANG AKAN KUJADIKAN PEGANGAN KU DALAM MENJALANI HIDUP.






_________________________________
Terimakasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat
dari sahabat kreatif mu 
Nurdin Al-Azies

25 Juli, 2012

Ramadhan bulan menuai pahala

Rabu, Juli 25, 2012
Asaalmualaikum,

Alhamdullilah, kita masih mendapat kesempatan untuk bisa menjalankan saum di hari ke 5 di bulan ramadhan ini, semoga ini menjadikan tanda bahwa kitalah orang-orang yang akan meraup keuntungan di bulan yang agung ini, ibarat seorang petani yang melakukan aktifitas bertaninya, seorang muslimpun dalam menjalankan hari-harinya di bulan ramadhan adalah bagaikan petani yang sedang memanen hasil-jerih payah kerja yang dia jalani selama berbulan-bulan, dan ramadhan adalah waktu yang di tunggu-tunggu.

Rajab adalah bulan dimana seorang muslim menanam benih-benih pahala Sya'ban adalah bulan pemupukan amal-amal kebaikan agar tumbuh subur dan menghasilkan buah yang ranum dan Ramadhan adalah momentum yang ditunggu-tunggu karena dibulan inilah seorang muslim mendapatkan berlimpah pahala dan keberkahan yang tak terkira yang akan Allah lipat gandakan semua amal kebaikan. Hingga tidurnya orang berpuasa di bulan ramadhan Allah gantikan dengan nilai ibadah, subhanallah.

Akan tetapi, bagaimana cara kita untuk bisa memaksimalkan kesempatan meraup amal yang sebanyak-banyaknya di bulan penuh rahmat ini, jawabannya adalah hendaknya ketika kita meniatkan diri untuk saum, maka saum kita tidak hanya sekedar menahan lapar dan hausnya saja, hendaknya puasa atau saum kita mampuh merubah sifat dan prilaku kita berubah kepada perubahan yang lebih baik, baik dalam aqidah, muamalah, maupun Ibadah kita harus jauh lebih baik.

Saya yakin cita-cita terbesar kita adalah mendapatkan lailatul qadarnya Allah yang lebih baik dibandingkan Amal yang kita lakukan selama seribu bulan dan hasil dari ramadhan tahun ini adalah kita bisa hidup dan terlahir menjadi manusia baru yang bersih jiwa, raga dan dosa bagaikan seorang bayi yang baru menapaki bumi ini..

Wallahualam..

Salam Kreatif
Nurdin Alazies

Jalan-jalan di negri tirai bambu, mencari oleh-oleh Ramadhan

21 Juli, 2012

Profil Jatidiri seorang Muslim Sejati

Sabtu, Juli 21, 2012

Al-Qur'an dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan peribadi muslim. Peribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur'an dan sunnah adalah pribadi yang shaleh, peribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt.

Persepsi masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah peribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah, padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus ada pada peribadi seorang muslim. Oleh karena itu standard peribadi muslim yang berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah merupakan sesuatu yangwajib dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan peribadi muslim.

Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada sepuluh profil atau ciri khas yang mesti ada pada peribadi seseorang muslim.

1. Salimul Aqidah
Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang sepatutnya ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam' (QS 6:162).
Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da'wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah.
Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: 'shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.' Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq.
Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.
Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw ditutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur'an, Allah berfirman yang artinya: 'Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung' (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi.
Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi peribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesiatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sering sakit. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah saw bersabda yang artinya: 'Mu'min yang kuat lebih aku cintai daripada mu'min yang lemah' (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri
Intelek dalam berfikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi peribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur'an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: 'pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.' Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: 'Yang lebih dari keperluan.' Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir (QS 2:219).
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktiviti berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Dapat kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).


6. Mujahadatul Linafsihi.

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatul linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.
Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. Harishun Ala Waqtihi.
Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur'an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.
Allah swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: 'Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.' Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, rehat sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syuunihi.
Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur'an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya penerusan dan berilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.
9. Qodirun Alal Kasbi.
Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan kekuasaan (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru boleh dilaksanakan bilakala seseorang memiliki kekuasaan, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Kareitu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umrah, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur'an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kekuasaan inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Nafi'un Lighoirihi.
Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksima agar dapat bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peranan yang baik dalam masyarakatnya.

Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadits, sesuatu yang perlu kita renungkan pada diri kita masing-masing.

_________________________________
Terimakasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat
dari sahabat kreatif mu 
Nurdin Al-Azies

*Sumber: Materi Tarbiyah

20 Juli, 2012

Bulan-bulan Hijriyah

Jumat, Juli 20, 2012
Bulan-bulan Hijriyah
Asalamualaikum, sahabat kreatif Kali ini saya akan menulis artikel mengenai bulan hijriyah, yang menurut penelitian hampir 80% umat Islam tidak hapal akan bulannya sendiri.

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Makanya kita sebagai umat Muslim hendaknya tau bahkan mungkin wajib mengetahui dan hapal bulan-bulan yang menjadi patokan untuk kita beribadah.

Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Akan tetapi di Indonesia sendiri kalender yang berlaku dan digunakan sehari hari adalah kalender Masehi, mungkin kenapa umat islam kurang familiar dengan penanggalan hijriyah ya karena salah satu alasannya adalah di indonesia penanggalan berlaku berdasarkan tahun masehi, dimana yang diketahui bahwa tanggal 30 atau 29 di setiap bulan adalan bulan yang ditunggu tunggu, karena gajihan heheh..

Nah mumpung masih di bulan Ramadhan, marilah kita coba menghapal kembali tanggal dan bulan Hijriyah, ato jangan jangan tahun hijriyah sekarang aja ada yang belum tau.. nah lo..!

Berikut bulan-bulan yang ada di penanggalan kalender hijriyah yang betul.
Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan:

  • 1 Muharram (30 Hari)
  • 2 Safar :29 Hari
  • 3 Rabiul awal :30 Hari
  • 4 Rabiul akhir :29 Hari
  • 5 Jumadil awal :30 Hari
  • 6 Jumadil akhir :29 Hari
  • 7 Rajab :30Hari
  • 8 Sya'ban :29 Hari
  • 9 Ramadhan :30 Hari
  • 10 Syawal :29 Hari
  • 11 Dzulkaidah :30 Hari
  • 12 Dzulhijjah :29/30 Hari
  • Total 354/(355)
Keterangan
Tanda kurung merupakan tahun kabisat dalam kalender Hijriyah dengan metode sisa yaitu 3-3-2 yang berjumlah 11 buah yaitu 2,5,8,10,13,16,18,21,24,26 dan 29.
Oh ya sebagai penambahan wawasan Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.
Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar (qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Semoga bermanfaat.
Salam kreatif
Nurdin Al-Azies


19 Juli, 2012

Masyarakat Indonesia, bisa menyaksikan Hilal secara Live lewat streamming.

Kamis, Juli 19, 2012

Melalui sistem Informasi Hilal yang di garap oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (DEPKOMINFO) Republik Indonesia. Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung proses terjadinya hilal melalui Streamming yang dapat di akses melalui website di alamat http://hilal.kominfo.go.id.

Sistem Informasi Hilal ini di buat sebagai bagian dari pelayanan Kementrian Komunikasi dan Infoformatika Republik Indonesia dalam penetapan Awal Ramadhan 1433H. Dalam Artikel yang dimuat di Sistem Informasi ini, KOMINFO secara resmi akan membuka pengamatan Hilal pada Hari Kamis, 19 Juli 2012.

Adapun lokasi yang akan menjadi tempat pengamatan Hilal rencananya akan dilaksanakan di 18 tempat pengamatan yang terbentang dari ujung timur Indonesia hingga Ujung Barat dimana pengamatan ini melibatkan Observatorium BOSSCHA, FMIPA, Institut Teknologi Bandung, PT.
Telkom Indonesia, pengamatan hilal tahun ini didukung juga oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim - RIAU, Rukyatul Hilal Indonesia, Universitas Lampung, Universitas Mataram, Universitas Hasanuddin, Universitas Pendidikan Indonesia dan LAPAN.

Melalui Streamming yang bisa di akses oleh semua orang dimanapun ia berada, diharapkan masyarakat luas berkesempatan untuk dapat ikut menyaksikan hilal dan memahami penomena alam terkait.

Hilal adalah penampakan bulan sabit muda yang terlihat dari permukaan Bumi setelah konjungsi/ijtimak. Banyak kegiatan penting ke-Islam-an mengambil dasar posisi Bulan di langit, seperti Tahun Baru Hijriah, awal shaum Ramadhan, dan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dengan demikian dipandang penting untuk menyebarluaskan informasi awal bulan baru yang ditandai oleh tampakan hilal.
Informasi hilal astronomi yang disampaikan ini kiranya dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan yang diperlukan bagi pengambilan keputusan oleh Badan/Institusi yang berwenang secara kenegaraan. Hal ini sangat penting karena menyangkut hajat umat Islam baik secara nasional maupun regional. (azs)

17 Juli, 2012

Jadwal Imsakiyah 2012 / 1433 H

Selasa, Juli 17, 2012
Jadwal Imsakiyah 2012 / 1433 H
Jadwal Imsakiyah 2012 / 1433 H, Jadwal Puasa Ramadhan 2012 Seluruh Wilayah Indonesia. Pertengahan bulan Juli mendatang umat islam akan menjalankan ibadah puasa. Marhaban ya Ramadhan, Bulan Suci Penuh Berkah. Bagi teman-teman umat islam yang akan menjalankan ibadah puasa, informasi Jadwal Imsakiyah 1433 H harus anda simpan di laptop, smartphone ataupun tablet Anda.


Dibawah ini adalah informasi tentang Jadwal Imsakiyah 2012 / 1433 H dan Jadwal Puasa Ramadhan 2012 daerah Jakarta, Bogor Bandung, Semarang, Surakarta, Sumatra, Aceh, Jogjakarta dan lainnya. Puasa Ramadhan akan dilaksanakan antara tanggal 19 atau 20 Juli mendatang. Untuk itulah Pemerintah akan menetapkan awal Bulan Ramadan 1433 Hijriyah melalui sidang Isbat di Kementerian Agama pada 19 atau 20 Juli 2012.

Jadwal Imsakiyah 2012 / 1433 H, Jadwal Puasa Ramadhan 2012




Semoga informasi tentang Jadwal Imsakiyah 2012 / 1433 H dan Jadwal Puasa Ramadhan 2012 bermanfaat untuk anda. Marhaban Yaa Ramadhan, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. :)

16 Juli, 2012

Jangan Puasa...!

Senin, Juli 16, 2012
Jangan Puasa...!
Sahabat azies-site, dalam rentang hitungan hari lagi, kita akan masuk kedalam bulan yang sebahagian orang merindukannya, kenapa !, jawabannya banyak, ada yang rindu karena hanya di bulan inilah keluarga bisa merasakan nikmatnya makan bersama baik ketika buka atau sahur, ada lagi yang merindukannya karena pendapatannya akan bertambah akibat jual kolak, es buah dan panganan-panganan lainnya untuk berbuka yang laris, ada juga yang merindukannya karena dibulan itulah ia tidak harus mengeluarkan uang banyak untuk keperluan sehari-hari karena bisa makan secara gratis di masjid-masjid yang menyediakan ta'jil, dll.

disadari atau tidak memang bulan puasa memiliki ke hasan sendiri dibanding dengan bulan-bulan lain. bagi seorang muslim puasa merupakan sebuah berkah, selain bisa memaksimalkan kesempatan untuk mendapatkan Amal sebanyak-banyaknya di bulan ramadhan ini, disamping itu bulan puasa juga bisa merubah gaya hidup, pendapatan, kebiasaan, penampilan, dll. apapun itu alasannya, bulan puasa adalah bulan penuh perubahan.

bagi orang yang tak paham mengenai makna puasa atau saum, puasa hanya diartikan menahan makan dan minum di kala siang hingga terbenam fajar, sementara apa yang ia lakukan di siang hari saat puasa sama sekali tidak dirubah, bagi seorang ibu harapannya puasa bisa membawa ia lebih menjaga mulutnya dari perbuatan gibah, menggunjing atau membicarakan orang lain. Bagi seorang ayah, hendaknya ia lebih memaksimalkan waktu dan kesempatannya untuk mencari rezeqi dibanding bermalas-malasan di rumah karena alasan sedang puasa, bagi seorang Pedagang hendaknya puasa dijadikan sebagai bahan pelajaran untuk melakukan kejujuran atas apa yang ia dagangkan, bagi seorang pelajar dan mahasiswa puasa hendaknya dijadikan bahan pembelajaran yang optimal untuk mengurangi maksiat, nyontek, atau melakukan hal-hal yang tak penting, dan begitu juga untuk para pejabat serta politisi, hendak nya mopmentum puasa ini menjadi bahan intropeksi diri sudah sejauh mana anda memenuhi janji-janji kampanya dan mensejahterakan rakyatnya sebagai mana anda berbicara sebelum anda mendapatkan kursi yang saat ini anda duduki. Siapapun orang nya dan apapun jabatan serta status sosialnya harusnya puasa bisa merubah Semua prilaku dan gaya hidupnya lebih baik dari sebelum ia mekukan puasa.

jika tidak mending ga usah puasa, karena jika puasa hanya menahan lapar dan haus saja, itu tidak cukup, yang ada kita hanya mendapatkan lapar serta haus saja tanpa mendapatkan pahala apapun di bulan yang berkelimpahan pahala ini.

Selamat mempersiapkan diri, untuk siap melaksanakan Ibadah Puasa...

Salak Kreatif
Nurdin Al-Azies

adds