Hi, I'm Azies welcome to my space. This is a documentation of stories and experiences of my life.

Tampilkan postingan dengan label Ruang Inspirasi Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Inspirasi Muda. Tampilkan semua postingan

27 Februari, 2019

Tentang Waktu

Rabu, Februari 27, 2019





tentang waktu...
Apakah kamu tau, kapan waktu itu mulai bergerak.. aku kira kita semuanya tidak akan pernah tau..

dan apakah kamu tau, kapan sang waktu ini akan terhenti,  akupun yakin, tak satupun diantara kita juga tau akan hal ini..

yang hanya kita tahu , dia sangwaktu  terus bergerak dan terus bergulir..

waktu tetaplah waktu, dia terus berjalan tanpa memihak siapapun, tapa membantu siapapun, tetapi dia bernilai untuk siapapun..
walau kamu menghargainya atau tidak..

waktu hanyalah waktu.. dia tidak pernah kalah apa lagi mengalah..  dia selalu baru, dia terus berganti.. berganti.. dan terus berganti meninggalkan mu..

ketika kamu ditinggalkan waktu, itu berarti kamu sudah menjadi masa lalu.. dan waktu yang mungkin akan kita lewati.. itu merupakan masa depan yang belum tentu bisa kita datangi..

terkadang waktu terlihat kejam, ia bisa memisahkan kita dari seseorang yang kita cintai.

tapi juga bisa terlihat ramah karena mampuh mempertemukan kita dengan seseorang yang belum pernah kita temukan sebelumnya, namun ia sangat berarti dalam menemani kita melewati waktu-waktu hidup ini..

setiap waktu, bisa merubah nasib seseorang
sang waktu bisa saja membuat kita berjaya.. bisa juga membuat kita mederita..

ketika itu tiba, sesungguhnya waktu sedang memberikan kita pelajaran.. ketika kita berjaya janganlah kita jumawa.. begitu pula ketika kita sedang  menderita jangan juga kita berputus asa..

karena waktu ibarat roda yang berputar.. terkadang membawa kita diatas.. kadang pula mengajak kita berada dibawah...

waktu untuk kehidupan seseorang tidaklah lama, ia sangat terbatas.. olehkarenanya sudah sepantasnya kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya

waktu kita adalah misteri, tak ada dari kita yang tau sampai kapan waktu kita tersisa...
namun dengan waktu mu yang masih ada..maka Nikmati nikmatilah...
dengan waktu yang masih tersisa.. maka hargailah...




07 Juli, 2018

KENAPA ORANG TUA SUKA NGESELIN?

Sabtu, Juli 07, 2018

Kak kenapa sih mama sama ayah
biasanya suka lebih ngeselin dari temen-temen kita yang lain:

Jawabanya: Karena itu mama sama ayah kita, mereka akan memberikan kamu pendidikan bukan cuma sanjungan, dalam mendidik bisanya terkadang ada aja yang ga enak didengar telinga, ga sampe di hati dan ga sreg sama keinginan diri.

walau terkadang mereka juga suka ga sampai hati untuk mengucapkan, tapi bagi mereka lebih baik kamu tahu diawal daripada nanti menyelas dikemudian.  

Kalo selalu menyampaikan yang manis-manis itusih namanya bukan orang tua tapi GEBETAN. 

07 Juni, 2017

seteleh kesulitan akan selalu ada kemudahan

Rabu, Juni 07, 2017
seteleh kesulitan akan selalu ada kemudahan
Fainnama'al 'usri yusro.. innama'al 'usru yusro...
Sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan...
bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. (Al-Insyirah:6-7)

dua ayat yang sering kita dengar dan mungkin kita bacakan berulang ulang dalam sholat ini menekankan pada diri kita, bahkan setiap diri yang mampuh tahan terhadap hambatan, ujian dan rintangan, maka selepas itu akan hadir kepadanya kemudahan-kemudahan.

ini adalah firman dari Allah untuk kita yang beriman, 
maka ketika kita meyakini setiap langkah dan kerja-kerja kita Allah yang atur,
siapapun kita, apapun propesi yang sedang kita jalani, usaha apa yang kita tekuni,
ketika kamu mau berjuang, mau berusaha susah payah, 
rela melewati cobaan berat, rela melewati ujian sulit.. bersabar dengan ujian-ujian.

insyaAllah didepan perjuangan mu.. 
ada kebaikan, ada kehebatan yang membawa kemudahan,
bagi karirmu, bagi kesuksesan mu..
 SEMANGAT KAWAN!

12 Ramadhan 1438 H
Nurdin Al-Azies

21 Oktober, 2016

Tips menyikapi perbedaan keinginan antara Orang tua dengan diri kita (Anaknya)

Jumat, Oktober 21, 2016
Assalamualaikum
Ka Nurdin Al-Azies bagi tipsnya gimana caranya supaya bisa benar-benar ikhlas menjalankan sebuah pekerjaan yang bukan cita-cita kita tapi itu cita-cita orang tua!
___________________________________________
Walaikumsalam, dari pertanyaan yang ka azies simak, Sahabat Muda sesungguhnya sudah terima pekerjaan / keadaan Sahabat saat ini, cuma belum sepenuh hati..

Ka Azies yakin posisi Sahabat Muda ada pada saat ini ada dalam keadaan setengah hati, namun belum punya jalan dan keberanian apakah maju terus atau keluar memperjuangkan cita-cita sesaui dengan yang kita harapkan..

Ini bukan perkara ikhlas atau tidak, tapi ini perkara hidup dan masa depan Sahabat Muda sendiri.

Oleh karenanya, masalah ini harus selesai dan Sahabat Muda harus betul-betul bulat memutuskan iya atau tidak, jalani atau tinggalkan, ikuti atau abaikan?

Coba tanya sekali lagi, apakah yang Sahabat Muda jalankan saat ini bisa disesuaikan dengan cita-cita kedepan atau hanya sekedar menjalankan apa yang orang tua inginkan? kasarnya (berbakti pada orang tua), namun pastikan apa yang Sahabat Muda pilih kedepannya Sahabat ga boleh jalankan dengan setengah hati.. !

Terkait ikhlas akan keinginan orang tua, tentunya shabatpun harus faham mengapa orang tua menginginkan Sahabat Muda punya pekerjaan demikian?

Jika dirasa alasan orang tua Sahabat Muda bisa diterima, maka besar kemungkinan Sahabat Muda bisa belajar ikhlas akan pilihan orang tua.

Karena ka azies yakin pada hakikatya alasan orang tua, memutuskan Sahabat Muda harus bekerja demikian adalah supaya hidup Sahabat Muda enak, masa tua terjamin, keluarga sejahtera. Apakah salah? Enggak, nggak salah. Mereka hanya ingin yang terbaik buat sahabat.

Namun jika dirasa alasan yang orang tua sampaikan ke sahabat, tidak bisa Sahabat Muda terima, maka jalan terbaik adalah berilah pengertian yang baik kepada mereka.

Orang tua itu butuh dimengerti, maka Sahabat Muda berikan pengertian. Telisik lebih dalam. Seberapa dekat Sahabat Muda dengan orang tua? Bagaimana sifat dan sikap mereka? Apa hal-hal yang nggak bisa Sahabat Muda jangkau darinya? Kesimpulannya berupa pendekatan apa yang kira-kira tepat agar Sahabat Muda punya penjelasan yang bisa membuat mereka mengerti. Untuk mencari jalan tengah supaya benar-benar menemukan pilihan terbaik.

Untuk mendapatkan ‘pilihan yang terbaik‘, kadang kita hanya harus menerima apa yang sudah dipilihkan, dengan kata lain, menuruti keinginan orang tua. Namun apakah Sahabat Muda ikhlas menerimanya? Silakan. Namun, bila setelah Sahabat Muda pikir dan pertimbangkan, itu nggak sesuai dengan pilihan alwi, maka perjuangkan.

Bila Sahabat Muda punya cita-cita yang menjadi opsi terbaik untuk masa depan, maka utarakan kepada orang tua dengan approach (pendekatan) yang cocok. Juga pastinya libatkan Allah (bila bisa istiqhorohlah), karena Dialah yang Maha Pengubah Hati.

Kemas kalimat yang paling mudah dimengerti, prospek jangka panjang, dan yang terpenting, Sahabat Muda dengan senang hati menjalani prosesnya sampai Sahabat Muda meraih cita-cita itu, alias jadi ‘orang’. Jangan sampai Sahabat Muda memilih hanya dasar suka atau tertarik, tapi pas udah dijalanin malah ngerasa salah jalan. Saat kalimat penjelasan udah ada di kepala, ciptakan momen yang tepat untuk dijabarkan. Ini sama kayak Sahabat Muda mau ngutarain cinta sama seseorang. Cukup bikin keringet dingin deg-deg syeeer~ hehe..:)

Sampaikan dengan sopan dan nada yang enak didengar, bukan berarti kayak nyanyi, tapi nada seorang anak yang minta restu supaya orang tua Sahabat Muda mau mendengar dan mempertimbangkannya. Kalo udah terlihat gelagat nggak suka/menolak dan terdengar kalimat nggak setuju, jangan langsung panik atau marah-marah. Keluarin senjata pamungkas: menangis memohon, berlutut. Jangan gengsi sama orang tua sendiri.

Jelasin bahwa Sahabat Muda membutuhkan cita-cita seperti yang Sahabat Muda impikan di masa depan. Sahabat Muda bersedia bersungguh-sungguh menjalani prosesnya, yang juga bertujuan supaya orang tua bangga dan bahagia punya anak seperti sahabat muda.

Niscaya sekeras apa pun sifat orang tua sahabat, dia perlahan akan luluh seperti batu yang ditetesi air perlahan-lahan.

You are their child. Inshaa Allah batin orang tua Sahabat Muda terketuk untuk setuju dengan pilihan sahabat.
Semoga.

Cita-cita adalah sesuatu yang harus Sahabat Muda perjuangkan selagi masih ada kesempatan 
kecuali sahabat sudah memutuskan bulat-bukat, pasti, mantaf mengikuti keinginan orang tua. ya sudah, yang pasti sahabat sendiri yang memutuskan

Namun sebelum memilih, pastikan memilih pilihan yang membuat Sahabat Muda bahagia.

demikian, semoga bermanfaat





05 Oktober, 2016

- Sayembara Kolam Sang Raja -

Rabu, Oktober 05, 2016
- Sayembara Kolam Sang Raja -
Dalam status ini, saya sajikan satu cerita yang penuh dengan makna dan hikmah..
ceritanya menarik, silahkan dibaca, namun setelah membaca, saya ingin tau seberapa banyak dan apa saja hikmah yang bisa temen-temen dapatkan dari cerita tersebut.
- silahkan tuliskan hikmah dan makna yang temen-temen dapatkan pada kolom komentar sebanyak-banyaknya, jika bermanfaat, silahkan share dan tag juga temen2 yang lain..
agar hikmah dan makna yang temen2 dapat, bisa dibaca juga oleh yang lainjuga. Trims. 

- Sayembara Kolam Sang Raja - 

Jaman dahulu kala, ada satu sayembara, siapa saja yang mampu membawa atau memindahkan air paling banyak dari sumber air yang berada diatas bukit terjal ke ibukota kerajaan untuk membuat kolam pemandian raja, maka ia akan dihadiahi 2 peti berisi emas dan akan dikawinkan dengan seorang putri raja.

Singkat cerita, sayembarapun diikuti antusias oleh para pemuda dikerajaan itu, masing masing dari mereka dibebaskan untuk menggunakan alat apapun dengan satu syarat, ia yang mengikuti sayembara, tidak boleh mendapakan bantuan oleh siapapun, dalam keadaan apapun dan harus ia kerjakan sendiri.

Hari pertama, para peserta sayembara, masih begitu segar dan kuat, hingga ada yang membawa air menggunakan kendi yang sangat besar, ada yang membawa air dengan berlari kencang, ada yang menggunakan kuda, dan banyak lagi strategi yang mereka gunakan.

Namun yang paling menarik adalah, ada satu pemuda yang dikala peserta lain berebut air dan berusaha sekuat tenaga memindahkan air ke ibukota kerajaan, si pemuda itu malah bergegas pergi ke hutan untuk mengumpulkan bambu-demi bambu dan menyusun serta menyambungkannya satu demi satu bambu tersebut menjadi satu saluran air sementara ia belum sedikitpun berhasil membawa air menuju ibu kota kerajaan.

Seminggu berlalu, di ibu kota kerajaan sudah nampak hasil dari bebrapa peserta, ada yang sudah berhasil membawa ratusan kendi, ada juga yang hanya puluhan kendi, tapi pemuda itu belum menghasilkan setetespun air, hingga banyak orang yang mencemooh atas tingkah aneh yang pemuda itu lakukan.

Namun demikian, dari ratusan orang yang berjuang, yang tersisa dan masih punya tenaga untuk memindahkan air hanya bisa dihitung dengan jari tangan saja, karena mereka sudah takkuasa lagi dikarenakan kehabisan tenaga, ada yang patah kaki, ada yang keseleo otot bahkan sampai ada yang mati kelelahan, karena bekerja terlalu memaksakan diri.

Tenggat waktu, untuk sayembarapun tinggal menghitung hari, namun pemuda itu masih tetap asik dengan pekerjaannya mengumpulkan bambu, menyambungkannya serta merangkainya menjadi saluran air.

waktu tinggal menghitung jam, Pemuda itupun sedikit pesimis, karen masih ada beberapa bambu lagi yang belum tersambung, hingga sangrajapun memantau jalannya sayembara, tak sengaja ia melihat satu peserta yang belum berhasil membawa air ketempat yang telah ditetapkan, maka sang raja bertanya kepada pemuda tersebut, hai anak muda apa yang sedang kamu lakukan, mengapa tak sak setetes airpun kau bawa ketempat ini, sang pemudapun berkata, tenanglah wahai raja ku, saya sedang berusaha semampuhku, mohon untuk bersabar, sebentar lagi saya akan membawa air ini langsung ke kolammu..

Akan tetapi sangraja tak mau percaya begitu saja dan mengancam sang pemuda dengan ancaman, jika waktunya habis dan ia tak mampu membawa setespun air ke kolamnya, maka ia akan dipengal, karena telah mempermainkan titah raja yang agung. dengan berat hati sang pemuda itupun menyetujuainya.

waktu sudah semakin dekat, karena dorongan ancaman yang diberikan sangraja, yang tadinya dia sudah hampir pesimis, entah mengapa seketika otot dan otak diapun mengeluarkan energi kembali, karena sang pemudapun tak punya pilihan lain selain menyelesaikan pekerjaannya hingga tuntas, atau ia akan mati oleh pedang sangraja.

Bambu pun sudah selesai ia susun hingga kolam pemandian sang raja, untuk selanjutnya ia bergegas pergi ke bukit dimana air itu berasal untuk membuka katup penahan air yang ia pasang sebelumnya dan ketika katup air itu terbuka, bums..!!! seketika air itu mengalir deras hingga memenuhi kolam sang raja bahkan meluber hingga tanah istanapun basah karena derasnya air yang keluar dari saluran yang dibuat sang pemuda tersebut.

Seketika sangajapun tersenyum serta mengumumkan bahwa pemuda itulah pemenang dari sayembara tersebut dan berhak mendapatkan hadiah berupa 2 peti emas serta akan dikawinkan dengan putrinya.

TAMAT.
__________________________________________________
kamu juga bisa baca kisah dan cerita inspiratif lainnya yang tidak kalah serunya di blog saya: http://azies-site.blogspot.co.id/
jika ada pertanyaan, silahkan kirimkan pertanyaan kamu seputar apapun ke email alazies@gmail.com atau melalui pesan di FB ini.
Trims. sudah bersabar membaca artikel ini,
salam Nurdin Al-Azies

adds