Hi, I'm Azies welcome to my space. This is a documentation of stories and experiences of my life.

Tampilkan postingan dengan label Unit Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unit Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

12 Oktober, 2017

ETIKA MENGHUBUNGI DOSEN MENGGUNAKAN TELEPON GENGGAM

Kamis, Oktober 12, 2017



ETIKA MENGHUBUNGI DOSEN
MENGGUNAKAN TELEPON GENGGAM

1. Perhatikan kapan waktu yang tepat untuk menghubungi dosen. Pilihlah waktu yang biasanya tidak dipakai untuk beristirahat atau beribadah. Contoh: Hindari menghubungi dosen di atas pukul 20.00 atau saat waktu ibadah.
2. Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam. Contoh: Awali dengan sapaan atau mengucapkan salam. Contoh: Assalamualaikum atau Selamat pagi Bapak/Ibu,
3. Ucapkan kata maaf untuk menunjukkan sopan santun dari kerendahan hati Anda. Contoh: "Mohon maaf mengganggu waktu Ibu/Bapak."
4. Setiap dosen pasti menghadapi ratusan mahasiswa setiap harinya dan tidak menyimpan nomor kontak seluruh mahasiswa. Maka, pastikan Anda menyampaikan identitas Anda setiap awal komunikasi/percakapan. Contoh: " Contoh: "Nama saya TIKA, mahasiswi UIKA Akuntansi 2014, semester ini mengambil mata kuliah Ekonomi mikro di kelas Ibu/Bapak."
5. Gunakan bahasa yang umum dimengerti, tanda baca yang baik dan dalam konteks formal. Contoh: Hindari menyingkat kata seperti dmn, yg, ak, kpn, otw, sy. Hindari kata panggilan non-formal seperti aku, ok, iye, dll.
6. Tulislah pesan dengan singkat dan jelas. Contoh: "Saya memerlukan tanda tangan Bapak/Ibu di lembar pengesahan saya. Kapan kiranya saya dapat menemui Bapak/Ibu?"
7. Akhiri pesan dengan mengucapkan terima kasih atau salam sebagai penutup.

Contoh umum:
Assalamualaikum Bapak/Ibu, mohon maaf menganggu waktu Bapak/Ibu. Saya Tika, mahasiswi UIKA Akuntansi 2014, semester ini mengambil mata kuliah Ekonomi mikro di kelas Ibu/Bapak. yang saat ini sedang menulis skripsi dan Bapak/Ibu sebagai pembimbingnya.

Saat ini saya membutuhkan tanda tangan Bapak/Ibu pada lembar pengesahan saya. Kapan kiranya saya bisa menemui Bapak/Ibu? Terima kasih sebelumnya, wassalam.



15 Agustus, 2014

Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Propinsi & Pertukaran Pemuda Antar Negara Wakil Kota Bogor

Jumat, Agustus 15, 2014



Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Bogor melalui Program Pembinaan Pemuda Tahun 2014, Khususnya kegaiatan Pemilihan Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) dan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Tingkat Kota Bogor Tahun 2014, mengundang Anda untuk mengikuti seleksi yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2014 (Jadwal kegiatan akan dikonfirmasi lebih lanjut).


Adapun daftar nama peserta PPAP dan PPAN dari masing-masing utusan mohon mengirirnkan 3 (tiga) utusannya ke Kantor Pemuda dan Olahraga Kota Bogor pada Kasi Pembinaan Pemuda mulai tanggal. 11 s.d 20 Agustus 2014 (bebas biaya pendaftaran), Alamat Kontak Johan Gaus (08568493243), Tonny Mardian (081314847117) dan Fitri Mulyani (087873870224) serta membawa biodata peserta yang diketahui oieh Aparat setempat atau Ketua OKP.

Pesyaratan Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP)/(BPAP) (Bhakti Pemuda Antar Propinsi) Tingkat Kota Bogor Tahun 2014, antara lain:
  1. Warga Negara Indonesia (berdomisili di kota Bogor dibuktikan dengan KTP/Keterangan lain dari Aparat setempat);
  2. Berusia maksimal 18 sampai dengan 25 tahun;
  3. Sehat jasmani dan rohani, tidak pernah terlibat penyalahgunaan narkotika dan HIV/AIDS dibuktikan Surat Keterangan Kesehatan dokter penguji kesehatan yang ditunjuk pemerintah;
  4. Memiliki kepribadian yang kuat, moral, etika, rapih dan sopan;
  5. Minimal lulusan SLTA atau sederajat dan melampirkan ijazahnya dilegalisir;
  6. Belum menikah dibuktikan dengan surat keterangan dari kelurahan/desa;
  7. Belum pernah mengikuti Program Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) yang diselenggarakan oleh Ditjen Kepemudaan, Ditjen pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia;
  8. Menguasai salah satu jenis keterampilan produktif dalam bidang kewirusahaan;
  9. Menguasai minimal 1 (satu) jenis kesenian dan budaya tradisional lokal;
  10. Belum pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan dijatuhi hukuman berdasakan keputusan pengadilan;
  11. Mampu   berkomunikasi   dengan   baik,   bergaul   serta   mampu   berinteraksi   dengan masyarakat;
  12. Berkelakuan baik, dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepolisian setempat yang masih berlaku;
  13. Mempunyai Kartu Tanda Penduduk, Kartu Tanda Pelajar atau Kartu Tanda mahasiswa yang masih berlaku ;
  14. Membwa KTP yang masih berlaku;
  15. Membawa Surat Ijin Orang Tua;
  16. Membawa pasfoto berwarna ukuran 2x3 dan 3x4 cm masing-masing 4 lembar;
  17. Membawa surat pengantar dari Instansi yang mengirimkan.
Persyaratan Seleksi Pemuda Antar Negara (PPAN) Tingkat Kota Bogor Tahun 2014, antara lain:
Warga Negara Indonesia:
•    Berdomisili di kota Bogor dibuktikan dengan KTP/Keterangan lain dari Aparat setempat;
•    Laki-laki berusia 18 - 23 tahun untuk program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (PPIK);
•    Perempuan berusia 23 - 27 tahun untuk program Pemuda Indonesia - Malaysia (PPIM);
•    Laki-laki berusia 20 - 29 tahun untuk Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP);

Memiliki akses dalam bidang Pemberdayaan Pemuda;
  1. Sehat jasmani dan rohani;
  2. Minimal lulusan SMA sederajat;
  3. Belum menikah;
  4. Aktif dan berminat dalam bidang pemberdayaan masyarakat (community empowerment);
  5. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan dengan nilai kompetisi minimum memenuhi salah satu sistem tes sebagaimana ketentuan berikut:
NO
SISTEM TES
NILAI MINIMUM
1.
Test of English for Internasional Communication (TOEIC)
400
2.
Test of English as a foreign Language (TOEFL)
a.           TOEFL Paper
b.           TOEFL CBT
c.           TOEFL
432 120 40
3.
International English Language Testing System' (IELTS)
3.5
4.
Cambridge Exam
Preliminary English Test (PET)

6. Belum pernah mengikuti program petukaran pemuda dengan negeri yang diselenggarakan oleh   Kementerian Pendidikan Nasional;Menguasai salah satu jenis keterampilan kesenian; '
7.Tidak terlibat dalam tindakan kriminal dan dijatuhi hukuman berdasarkan keputusan pengadilan, dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian;
8. Semua calon peserta yang lulus seleksi daerah akan dipanggil untuk mengikuti medical chek up (MCU) di Jakarta, pada rumah sakit yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Negara tujuan di Jakarta (untuk program PPIK);
9.Membawa surat pengantar dari Instansi yang mengirimkan.

Persyaratan Administrasi Seleksi Pemuda Antar Negara (PPAN), antara lain:
  1. Akte kelahiran atau akte kenal lahir;
  2. Izin tertulis bermaterai Rp. 6.000,- asli dari orang tua/instansi yang bersangkutan;
  3.  Menyerahkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian Daerah setempat;
  4. Surat pernyataan peserta bermaterai Rp. 6000,- yang telah ditandatangani pula oleh orangtua/instansiyang mengirimkan peserta, menyatakan kesediaan untuk mentaati peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga;
  5. KTP yang masih berlaku;
  6. Fotocopy sertifikat kompetensi bahasa Inggris (TOEIC/TOEFl/IELTS/Combridge Exam) yang disahkan Kadispora/Kadisdik tingkat kota/Kabupaten;
  7. Pas foto 2x3 dab 4x6 masing-masing sebanyak 6 lembar;
  8. Menyerahkan karya tulis dalam Bahasa Inggris (minimal 1000 kata) mengenai kegiatan selama mengikuti program dan rencana kegiatan pasca program.
 Download undangan  Form pendaftaran  >>> Download Disini

16 Januari, 2014

Penganugerahan Wirausaha Muda Mandiri 2013

Kamis, Januari 16, 2014
Mahasiswa/i bogor yang terdiri dari empat kampus besar seperti IPB, UIKA, UNPAK dan UNIDA hadir dalam pelaksanaan program penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreneur  (MYT) 2013 yang berlangsung di Istora Senayan Jakarta, Rabu (15/1/2014).

WMM, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden didampingi langsung Ibu Negara Ani Yodhoyono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang diantaranya Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

Ratusan Perwakilan mahasiswa Bogor ini juga turut berpartisipasi dalam acara Workshop yang diadakan oleh Bank Mandiri yang bertajuk ‘Spirit of Women Entreupreneurship" acara ini diikuti oleh 4.000 peserta, yang terdiri dari 3.800 mahasiswa dan dosen dari 50 perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Jabodetabek dan 200 undangan tamu VIP. Pada workshop tersebut, para peserta dapat bertukar pikiran dengan para pembicara terkemuka seperti  Managing Director Garage Technology Ventures Bill Reichert, Menteri Usaha kecil menengah Republik Indonesia  Shanti L Poesposoetjipto, Dondi Hananto, Josephine Komara, Natali Ardianto, Christian Sugiono, Arief Budiman, Ken Lawadinata, Ben Soebiakto, Bondan Prakoso, Wahyu Aditya, Mira Lesmana, Music Performance by Kotak, Once, Endah N Rhesa dan White Shoes & The Couples Company Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri Pahala N Mansury mengatakan, program WMM dan MYT bertujuan mengubah pola pikir mahasiswa untuk berwirausaha, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan.

Dalam kesempatan inipun dilakukan penyerahan penghargaan bagi para pemenang program wirausaha muda mandiri 2013 kepada para pemenang dimana Bogor terwakili oleh Mahasiswa IPB, Haidhar Wurjanto (Momomilk) Pada kategori Mahasiswa kelompok usaha Boga. Adapun daftar pemenang WMM 2013 ini masing-masing mendapatkan Rp50 juta pada kelompok mahasiswa yaitu:
-    Kategori Industri, Perdagangan dan Jasa adalah Nicholas Kurniawan (Venus Aquatics)
-    Kategori Boga diberikan kepada Haidhar Wurjanto (Momomilk)
-    Kategori industri kreatif diberikan kepada David Yuwono (Drybag).
Kelompok pascasarjana dan alumni masing-masing mendapatkan Rp50 juta"
-    Kategori Perdagangan dan Jasa diberikan kepada Dea Angkasa Putri Supardi (PT Bakti Juang Charuban)
-    -Kategori Boga diberikan kepada Oktavia Kusumaningsih (Pradipta Jaya Food)
-    Kategori industri Kreatif diberikan kepada Septian Suryo (CV. Sefactor Pharma).
Sedangkan Penghargaan Mandiri Young Technopreneur (MYT) 2013 mendapatkan uang senilai Rp50 juta plus capital project senilai Rp500 juta kepada pemenang IT.

Adapun pemenang pertama adalah Adhika Ilham Dhata Pratomo dengan tim Bloobis (Blood Bank Information System) sedangkan pemenang kedua diberikan kepada Riska Noviastuty dengan tim E-Segel (Elektronik Segel).

Untuk pemenang pertama teknologi – non-IT diberikan kepada Kukuh Roxa Putra Hadriyono dengan tim Adjuvant Herbisida. Pemenang pertama non-IT akan mendapatkan uang senilai Rp50 juta, plus capital project.

Sementara itu, pemenang kedua diberikan kepada Rizky Hadi Oktia Venni, dengan tim Auto Electric Stove for Batik (Astutik), mendapatkan uang senilai Rp40 juta.

Para pemenang tersebut merupakan hasil seleksi dari 54 finalis WMM dan 10 finalis MYT yang disaring dari 6.745 peserta WMM dan 837 tim peserta MYT dari 516 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Proses penyeleksian pemenang dilakukan di 10 kota, yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Makassar dan Jayapura serta penjurian yang dilakukan di tingkat nasional pada 13 Januari 2014 di Jakarta, dengan juri yang berasal dari beragam profesi, seperti jurnalis, pengusaha, akademisi serta pejabat pemerintah.

Penyerahan penghargaan diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan disaksikan oleh   Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Negara dan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Para Rektor, Dosen, dan ribuan mahasiswa yang hadir.








05 November, 2013

UIKA Adakan Pelatihan “Kepemimpinan Muslim Muda Indonesia-Malaysia”.

Selasa, November 05, 2013
Peserta Pelatihan Kepemimpinan Muda Indonesia Malaysia
RELASI Indonesia-Malaysia lewat pemberitaan dan isu-isu Kontroversial memprihatinkan banyak pihak. Apalagi jika melihat kuatnya akar sejarah rumpun melayu baik dari segi sosial maupun keagamaan.

Berangkat dari keprihatinan akan hubungan Indonesia-Malaysia yang seringkali mendapat stigma negative serta adanya kesamaan tantangan yang sedang dihadapi kedua negara seperti liberalisme, sekulerisme, pluralisme Agama dan kapitalisme global, maka Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bekerjasama dengan Sekretariat Transformasi Serantau (STS), dan Center for Advance Studies on Islamic Sains and Civilization-Universiti Teknologi Malaysia (CASIS-UTM) menggelar pelatihan dan workshop bertema “Kepemimpinan Muslim Muda Indonesia-Malaysia”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mirah, Hotel Srigunting, dan Komplek Kampus Program Magister Bisnis Institute Pertanian Bogor (IPB) selama 3 s/d 8 November 2013 dirancang sedemikian rupa untuk membangun sebuah visi besar mengenai hubungan Indonesia-Malaysia yang berlandaskan Islam.
Perhelatan yang diikuti oleh 80 mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia ini dibuka oleh Datuk Shahlan bin Ismail (Direktur STS). Dalam kesempatan tersebut Rektor UIKA Bogor Dr. H. E. Bahruddin. M.Ag, Prof Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud (Direktur CASIS-UTM) dan Dr. Adian Husaini (Ketua Prodi Pendidikan Islam Pascasarjana UIKA Bogor) memberikan kata sambutan.  Pelatihan diisi oleh para pakar pemikiran dan peradaban Islam dan Melayu, seperti Prof Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud Prof. Dr. Zaini, Prof. Madya Wan Suhaimi Wan Abdullah (Malaysia), Dr. Nirwan Syafrin Manurung, Dr. Adian Husaini , Adnin Armas, MA (Indonesia) dan lain lain.
Visi program Kepemimpinan Muslim Muda Indonesia-Malaysia adalah untuk melahirkan kader penerus pembangunan umat muslim di ranah Melayu yang sadar akan beratnya tantangan membangun peradaban Islam. Berlandaskan pada ukhuwwah islamiyyah program ini juga diharapkan mampu mengikis batas-batas nasionalisme sempit yang rawan adu domba.

03 November, 2013

Mendagri Malaysia diluncurkan Buku Islamisasi Ilmu-ilmu Kontemporer dan Peran Universitas Islam kerjasama UIKA Bogor dan UTM Malaysia

Minggu, November 03, 2013


Mendagri Malaysia Dr Ahmad Zaidi, meresmikan Buku Karangan Prof. Dr. Wan Mohd Nor Daud disaksikan oleh Rektro UIKA Bogor, Direktur SIS, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Dr. Ahmad Zahid Hamidi Resmi meluncurkan buku   berjudul “Islamisasi Ilmu-ilmu Kontemporer dan Peran Universitas Islam dalam Konteks Dewesternisasi dan Dekolonisasi”, karya Direktur Casis-UTM Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, yang diterbitkan oleh UIKA Bogor dan Casis-UTM. yang dihadiri juga oleh, Rektor UIKA Dr. Ending Bahrudin dan Presiden STS Dato Syahlan Ismail serta perwakilan 80 badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia dan Malaysia.
Dalam dialog dengan peserta, Zahid menyampaikan harapan dan optimismenya, bahwa kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia dan Malaysia. Karena itulah penduduk di kedua wilayah ini harus bekerja keras meningkatkan kualitasnya dan jangan sampai mau dipecah belah dan diadu-domba.  Dalam masalah paham keagamaan, ia berharap, paham keagamaan yang dikembangkan di wilayah Nusantara adalah paham Ahlu Sunnah wal-Jamaah.
Zahid Hamidi juga mengingatkan adanya berbagai pihak yang berupaya menghambat laju perkembangan kemajuan Malaysia dan Indonesia. Reformasi dan Transformasi negara, ujarnya, tidak perlu mengikuti begitu saja apa yang terjadi di Barat. Sebab, kondisinya berbeda-beda. Masing-masing negara dan wilayah punya kekhususan yang perlu dihormati. Sebagai contoh, sebagai umat Islam, diajarkan untuk mengutamakan tujuan kehidupan Akhirat tanpa melupakan kehidupan dunia. “Menurut saya, reformasi bukan liberalisasi,” ujar peraih gelar doktor dari Universiti Putra Malaysia (UPM) ini. 

adds